Hukum  

Kajati Sulsel Ajak Forwaka Perkuat Sinergi, Lomba Jurnalistik 2026 Jadi Panggung Apresiasi Karya Wartawan

Avatar of IAN
Kajati Sulsel 20260427 105830 0000 l Update Sulsel

MAKASSAR, UPDATE SULSEL. ID– Suasana hangat penuh keakraban terasa di Baruga Adhyaksa, Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, saat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, bersilaturahmi bersama Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Sulsel, Jumat (24/04/2026).

Pertemuan yang berlangsung santai namun sarat makna itu menjadi ruang mempererat hubungan antara insan pers dan Kejati Sulsel. Tak sekadar ajang silaturahmi, momen tersebut juga dirangkaikan dengan pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalistik Kejati Sulsel 2026, yang mengangkat tema “180 Hari Kepemimpinan Dr. Didik Farkhan Alisyahdi di Kejati Sulsel: Hukum yang Tegas ke Atas, Humanis ke Bawah.”

Kejaksaan Negeri Takalar_Hari Kartini

Dalam laporannya, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel menyampaikan bahwa lomba jurnalistik ini digelar sebagai bentuk refleksi atas perjalanan kepemimpinan Kajati Sulsel selama enam bulan terakhir. Melalui karya jurnalistik, publik diajak melihat bagaimana arah kebijakan dan wajah penegakan hukum di bawah kepemimpinan Dr. Didik Farkhan Alisyahdi.

Dari 10 karya tulis yang masuk ke meja panitia, sebanyak empat karya terbaik berhasil terpilih sebagai pemenang. Seluruh karya tersebut dinilai langsung oleh Kajati Sulsel berdasarkan kekuatan narasi, kedalaman analisis, dan sudut pandang jurnalistik yang disajikan.

Apresiasi terhadap kepemimpinan Kajati Sulsel turut disampaikan para jurnalis yang hadir. Masjaya dari Harian Upeks menilai keterbukaan informasi di tubuh Kejati Sulsel terasa semakin kuat dalam enam bulan terakhir.

Menurutnya, pola komunikasi yang dibangun Kajati Sulsel memberi ruang luas bagi jurnalis untuk mengakses informasi secara terbuka, terutama dalam penanganan perkara yang menjadi perhatian publik.

Hal senada disampaikan Hamzah Samal dari Ujungjari.com. Ia menilai sosok Dr. Didik Farkhan Alisyahdi sebagai pemimpin yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat dalam tata kelola institusi.

Di hadapan para jurnalis, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi menyampaikan apresiasi atas karya-karya yang lahir dari tangan para wartawan. Dengan gaya santai, ia mengaku sempat berharap ada tulisan yang berisi kritik tajam terhadap dirinya.

Namun, ia justru mendapati mayoritas tulisan menyoroti sisi positif dari pola kepemimpinannya. Hal itu, menurutnya, menjadi catatan berharga sekaligus motivasi untuk terus menjaga kepercayaan publik.

Didik juga menegaskan bahwa publikasi memiliki peran penting dalam mendukung kinerja institusi penegak hukum. Menurutnya, kerja-kerja Kejaksaan tidak cukup hanya dilakukan dengan baik, tetapi juga harus tersampaikan secara utuh kepada masyarakat melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang.

Menutup sambutannya, Kajati Sulsel menyampaikan pesan hangat kepada para jurnalis Forwaka. Ia berharap sinergi yang telah terjalin selama ini terus terjaga dan semakin kuat ke depan.

Dengan suasana penuh kekeluargaan, pertemuan itu menjadi penanda bahwa hubungan Kejati Sulsel dan insan pers bukan sekadar kemitraan formal, melainkan kolaborasi strategis dalam menjaga transparansi, membangun kepercayaan publik, dan mengawal penegakan hukum di Sulawesi Selatan.(*)