Hukum  

Polres Takalar Gerak Cepat, Oknum ASN Terduga Pelecehan Seksual Diamankan

Avatar of IAN
Kasus pelecehan 20260423 213330 0000 l Update Sulsel

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Takalar mendapat sorotan publik.

Polres Takalar melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku berinisial AM untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kejaksaan Negeri Takalar_Hari Kartini

Langkah sigap ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, Iptu Heriyanto, yang baru beberapa hari menjabat. Meski tergolong baru, ia menunjukkan respons tegas terhadap kasus yang kini menjadi perhatian masyarakat.

“Terduga pelaku sudah kami amankan sejak kemarin untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Heriyanto, Kamis (23/04/2026).

Kasus ini mencuat setelah beredarnya informasi di tengah masyarakat terkait dugaan tindakan asusila yang melibatkan AM, yang diketahui bertugas di salah satu sekolah dasar di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone. Ia diduga melakukan perbuatan tidak pantas terhadap seorang pelajar SMK berinisial G yang masih di bawah umur.

Isu tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah muncul video yang diduga memperlihatkan interaksi tidak layak antara keduanya di beberapa lokasi, termasuk lingkungan pendidikan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa keaslian video tersebut masih dalam proses pendalaman.

Sumber yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa kasus ini pertama kali mencuat dari rekaman yang beredar luas. Meski demikian, aparat penegak hukum memastikan akan mengedepankan proses penyelidikan yang objektif dan profesional.

Di sisi lain, beredar kabar mengenai keberadaan korban yang disebut-sebut berada di wilayah Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo. Informasi tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait, termasuk dinas pendidikan, diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Penanganan yang tegas dinilai penting demi memberikan perlindungan maksimal terhadap korban, terutama karena melibatkan anak di bawah umur.

Sementara itu, AM membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia mengklaim video yang beredar merupakan hasil rekayasa.

“Video itu hasil editan. Saya tidak melakukan seperti yang dituduhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

AM juga mengaku telah lama mengenal korban karena adanya hubungan kekerabatan keluarga.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus yang menyita perhatian publik tersebut.(*)