TAKALAR, UPDATESULSEL. ID- Aparatur Sipil Negeri (ASN) Takalar kembali ‘Menjerit’ tunjangan tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tiga bulan tak terbayar. Sementara tuntutan kinerja terus bertambah.
Di era pemeritahan Firdaus Daeng Manye’ ASN Takalar sangat merasakan kesenjangan antara tuntutan pekerjaan dan kesejahteraan yang harusnya jadi prioritas
Terbaru, Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye kembali meluncurkan inovasi sistem absensi bernama ANITA untuk ASN lingkup Takalar. Sebuah Aplikasi berbasis digital yang di sebut terintegrasi langsung dengan penilaian kinerja dan dilengkapi fitur Live Tracking Maps yang memungkinkan pemantauan lokasi ASN secara real-time
Dihadapan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Daeng Manye memuji bahwa sistem ini bukan sekadar alat absensi, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja.
“Sistem ini akan terintegrasi ke dalam penilaian kinerja. Kita tidak lagi menggunakan pola kerja as usual (seperti biasanya),” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penilaian kinerja ASN kini akan berbasis poin. Komposisinya terdiri dari 60 persen capaian aktivitas kerja, sementara 40 persen sisanya dibagi ke dalam tiga indikator: inovasi, kehadiran, dan kebersihan. Seluruh indikator tersebut telah dilengkapi dengan alat pengukuran (tools) yang jelas.
Namun, dibalik misi profesional yang ingin diwujudkan, Daeng Manye’ seakan melupakan kondisi yang lebih prioritas para Abdi Negara itu, yakni keberlanjutan hidup para keluarga mereka. Nilai yang lebih penting dari sekedar membayang pujian atas nama profesional
“Pak Bupati ini seakan tidak tau, atau pura-pura tidak tau klau saat ini banyak ASN Takalar yang hanya bergantung pada TPP untuk membiayai keluarganya” Ujar salah satu Staf Kecamatan, Jum’at, 03/04/2026 disalah satu warkop Alun-alun Makkatang Dg Sibali
“TPP ini sangat kami butuhkan pak Bupati, karena separuh dari gaji kami telah tergadai demi membiayai anak yang lagi bersekolah. Tentunya bapak lebih tau kondisi ekonomi ASN Takalar” Ungkapnya
Menurutnya, Daeng Manye’ hanya melihat kenyataan bahagia ASN dari sorak dan tepuk tangan yang dipaksakan saat Apel Senin di lapangan Upacara. Atau pujian para pejabat Utama yang sering diajak weekly meeting karena tak pernah mengeluh.
“Janganki lihat kenyataan palsu di lapangan pak Bupati, karena bisa jadi mereka yang tak mengeluh karena takut di mutasi atau demosi. Apalagi, sekedar mendengar pujian dari pejabat sekitarta yang memiliki aset dan punya tabungan di BANK yang cukup tanpa menerima TPP” Ungkapnya
Keluhan terkait kesejahteraan ini bukan hanya dirasakan ASN Takalar, sebelumnya, PPPK paruh waktu dan aparat desa ikut mempertanyakan kejelasan dari upah kerja mereka.
Alih-alih mendengarkan keluhan, pemerintahan Daeng Manye’ seakan sengaja menutup mata dan sesekali membuka mata saat menuntut kinerja. Ibarat pepatah “Gajah dipelupuk mata tak terlihat tapi semut diseberang lautan nampak sangat jelas”.(*)







