TAKALAR, UPDATESULSEL.ID- Kekhawatiran akan ancaman gagal panen mulai dirasakan petani di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar.
Kondisi ini dipicu oleh minimnya pasokan air yang mengaliri lahan pertanian warga, yang diduga akibat tidak optimalnya pengelolaan saluran irigasi dari Bendungan Pamukkulu.
Melihat situasi tersebut, Karang Taruna Gassing Gau Desa Moncongkomba angkat suara dan mendesak pihak pengelola irigasi segera melakukan langkah konkret untuk memastikan distribusi air kembali normal.
Mereka menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keberlangsungan hidup para petani yang menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil pertanian.
Ketua Karang Taruna Gassing Gau, Muhammad Yusuf Daeng Manya’la, mengatakan bahwa keluhan terkait distribusi air telah berulang kali disampaikan masyarakat. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada solusi yang mampu mengatasi persoalan yang terjadi di lapangan.
“Sebagian besar warga Moncongkomba berprofesi sebagai petani. Jika kebutuhan air untuk sawah tidak terpenuhi, maka hasil panen terancam menurun bahkan bisa berujung gagal panen. Kami berharap pihak terkait segera turun tangan dan mengambil tindakan nyata,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Yusuf menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan bersama masyarakat, ditemukan beberapa titik saluran irigasi yang diduga tidak berfungsi optimal sehingga aliran air menuju area persawahan, khususnya di wilayah Dusun Pattiro, tidak mengalir sebagaimana mestinya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani apabila tidak segera ditangani, terlebih saat ini para petani sedang memasuki masa penting dalam musim tanam.
Sementara itu, Wakil Ketua Karang Taruna Gassing Gau, Ryan Anugrah Daeng Ngasa, meminta pengelola irigasi Bendungan Pamukkulu segera merespons keluhan masyarakat. Ia menegaskan pihaknya memberikan waktu selama 2 x 24 jam untuk melakukan pembenahan terhadap sistem distribusi air yang menjadi kebutuhan utama petani.
Ryan menambahkan, apabila tidak ada langkah perbaikan yang dilakukan dan pasokan air tetap tersendat, Karang Taruna bersama masyarakat akan mengawal persoalan tersebut melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami hanya ingin hak petani terpenuhi. Air adalah kebutuhan utama bagi pertanian. Karena itu kami berharap ada tindakan cepat agar aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu dan petani dapat menjalani musim tanam dengan tenang,” tegasnya.
Karang Taruna berharap seluruh pihak terkait, termasuk pengelola irigasi dan instansi teknis, segera melakukan evaluasi serta perbaikan agar distribusi air ke lahan pertanian kembali normal dan potensi kerugian petani dapat dihindari.(*)







