TAKALAR, UPDATESULSEL.ID— Kondisi bangunan di SDN No. 23 Center Takalar 1 kini menjadi sorotan serius. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan berat yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Dari pantauan di lapangan, beberapa bagian plafon sudah runtuh, sementara sisanya tampak rapuh dan berisiko jatuh sewaktu-waktu. Tak hanya itu, retakan pada dinding terlihat semakin melebar, mengindikasikan adanya kerusakan struktural yang tidak bisa diabaikan.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa dan guru. Aktivitas belajar mengajar pun terganggu karena rasa waswas terhadap potensi kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja.
Sorotan keras datang dari aktivis, Abdul Salam, yang menilai kondisi tersebut sebagai bentuk darurat yang harus segera ditangani.
“Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Tidak boleh ada pembiaran. Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar harus segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan seluruh fasilitas pendidikan berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi siswa. Jika plafon sudah runtuh dan dinding retak, ini jelas tanda bahaya. Kami mendesak agar segera dilakukan peninjauan dan perbaikan menyeluruh,” tambahnya.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur pendidikan. Padahal, keselamatan dan kenyamanan peserta didik seharusnya menjadi prioritas utama.
Adapun tuntutan yang disuarakan antara lain, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah, perbaikan atau renovasi total pada ruang kelas yang rusak, jaminan keamanan bagi siswa dan tenaga pendidik.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini dikhawatirkan akan berdampak lebih serius. Pemerintah daerah pun diminta untuk tidak menunggu jatuhnya korban sebelum mengambil tindakan.
Keselamatan siswa bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi.(*)







