PANGKEP, UPDATESULSEL.ID — Di tengah derasnya berbagai isu yang menyeret pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, SPPG Samalewa 01 Bungoro memilih fokus pada satu hal yaitu memastikan pelayanan kepada para penerima manfaat tetap berjalan tanpa gangguan, ungkap Hj. Muli selaku Mitra SPPG Samalewa 01 Bungoro.
Dalam beberapa bulan terakhir, program MBG menjadi sorotan publik. Berbagai isu muncul, mulai dari tata kelola anggaran, mekanisme distribusi, kualitas bahan pangan, hingga transparansi pelaksanaan di lapangan. Tidak sedikit informasi yang beredar di media sosial maupun ruang publik yang memunculkan pertanyaan dan keraguan di tengah masyarakat.
Namun hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas di SPPG Samalewa 01 Bungoro tetap berjalan normal. Sejak dini hari, petugas dapur, tim pengolahan makanan, hingga bagian distribusi menjalankan tugas sesuai prosedur yang telah ditetapkan.Persiapan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga pendistribusian dilakukan secara berjenjang dengan pengawasan internal yang ketat.
Kepala SPPG Samalewa 01 Bungoro (Heru) menegaskan bahwa berbagai isu yang berkembang tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat.Menurutnya, yang menjadi prioritas utama adalah memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kualitas, gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Ketika isu berkembang, yang pertama kami lakukan adalah memastikan pelayanan tidak terganggu. Anak-anak dan penerima manfaat tidak boleh menjadi korban dari polemik yang terjadi. Tugas kami adalah bekerja dan memberikan pelayanan terbaik,” tegas Heru.
Investigasi internal yang dilakukan manajemen SPPG Samalewa 01 Bungoro terhadap seluruh rantai pelayanan juga menunjukkan bahwa setiap tahapan operasional masih berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Mulai dari proses pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi terus dievaluasi untuk meminimalkan potensi kesalahan.
Di sisi lain, pengawasan terhadap kualitas bahan makanan menjadi perhatian khusus. Tim pelaksana mengaku memperketat pemeriksaan bahan pangan yang masuk untuk memastikan kesegaran dan kelayakan konsumsi sebelum diolah menjadi menu yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat.
Munculnya berbagai isu di luar lembaga, menurut pihak SPPG, justru menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan akuntabilitas. Kritik dan masukan dari masyarakat dinilai sebagai bagian penting dalam proses perbaikan layanan.
“Setiap kritik yang disampaikan secara objektif akan kami jadikan bahan evaluasi. Kami terbuka terhadap pengawasan karena program ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujar Hj. Muli kepada awak media.
Berdasarkan pengamatan selama pelaksanaan program, kebutuhan utama penerima manfaat bukanlah polemik yang berkembang di ruang publik, melainkan keberlanjutan layanan yang konsisten, tepat waktu, dan berkualitas. Karena itu, SPPG Samalewa 01 Bungoro menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja secara profesional dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tanggung jawab.
Di tengah berbagai tudingan, spekulasi, dan informasi yang belum tentu terverifikasi, SPPG Samalewa 01 Bungoro memilih menjawab dengan kerja nyata. Bagi mereka, kepercayaan publik tidak dibangun melalui narasi semata, tetapi melalui pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari.
Kedepan, SPPG Samalewa 01 Bungoro menyatakan akan terus memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
Di tengah badai isu yang terus bergulir, satu pesan yang ingin ditegaskan SPPG Samalewa 01 Bungoro cukup sederhana yaitu melayani masyarakat tetap menjadi prioritas utama, dan komitmen tersebut tidak akan berubah oleh tekanan maupun dinamika yang berkembang di luar pelaksanaan program.
(*)







