Kasat Samapta Polres Jeneponto Kawal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Pembangunan Batalyon TNI, Bagikan Air Minum kepada Peserta Demo

Avatar of IAN
Kasat Sabhara Jeneponto 20260611 123220 0000 l Update Sulsel

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID– Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah warga terkait penolakan pembangunan Batalyon TNI di wilayah Kecamatan Bontoramba dan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, berlangsung aman dan tertib berkat pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian.

Dalam aksi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Jeneponto pada Rabu (10/6/2026),personel Samapta Polres Jeneponto yang dipimpin Kasat Samapta AKP Yasir turut mengawal jalannya demonstrasi guna memastikan kegiatan berjalan kondusif tanpa adanya gesekan maupun gangguan keamanan.

AKP Yasir mengatakan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara terbuka di muka umum.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan dengan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. Alhamdulillah, aksi berlangsung kondusif dan seluruh peserta dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik,” ujar AKP Yasir.

Selain melakukan pengamanan, AKP Yasir bersama personel Samapta juga menunjukkan kepedulian kepada peserta aksi dengan membagikan air minum, khususnya kepada para ibu-ibu yang ikut serta dalam demonstrasi tersebut.

Langkah humanis tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah peserta aksi. Mereka mengaku terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh aparat kepolisian selama kegiatan berlangsung di tengah cuaca yang cukup panas.

Menurut AKP Yasir, pembagian air minum merupakan bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, tanpa memandang latar belakang maupun tujuan aksi yang disampaikan.

“Kami ingin memastikan peserta aksi tetap dalam kondisi yang baik selama kegiatan berlangsung. Ini merupakan bagian dari pelayanan dan kepedulian kami kepada masyarakat,” tambahnya.

Pengamanan aksi tersebut menjadi salah satu upaya Polres Jeneponto dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Dengan pengamanan yang maksimal dan komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan peserta aksi, demonstrasi dapat berlangsung damai hingga selesai tanpa adanya insiden yang mengganggu ketertiban umum.(*)