PANGKEP, UPDATESULSEL.ID– Kebijakan pemangkasan anggaran yang melanda berbagai daerah tak menyurutkan semangat Pemerintah Desa Pattallassang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dalam menjalankan pelayanan publik dan pembangunan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Suardi Dg. Naba, roda pemerintahan desa tetap bergerak aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Suardi Dg. Naba menegaskan, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru, kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Pemangkasan anggaran adalah realitas yang harus dihadapi, bukan disesali. Kami tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan program prioritas terus dilaksanakan,” ujarnya.
Menghadapi tekanan fiskal, pemerintah desa melakukan penyesuaian dengan memperketat skala prioritas. Kegiatan yang bersifat seremonial mulai dikurangi, sementara program yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi fokus utama.
Sejumlah proyek infrastruktur seperti perbaikan jalan lingkungan, drainase, serta fasilitas umum terus dilanjutkan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan riil warga di lapangan.
Tak hanya itu, sektor pemberdayaan ekonomi juga menjadi perhatian serius. Pemerintah desa mendorong penguatan UMKM, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi warga di tengah keterbatasan anggaran.
Inovasi pun menjadi kunci dalam menghadapi situasi ini. Pemerintah Desa Pattallassang aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, memaksimalkan swadaya masyarakat, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan.
Dalam keterangannya, Suardi Dg. Naba juga berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah daerah hingga pusat, khususnya dalam pengadaan alat pertanian serta penyelesaian infrastruktur jalan tani yang hingga kini belum rampung.
Di sisi lain, transparansi dan akuntabilitas tetap dijaga ketat. Pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka, tepat guna, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah desa juga melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengawasan pembangunan.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Meski dengan anggaran terbatas, berbagai program tetap berjalan dan memberikan dampak positif. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa pun terus meningkat.
Kondisi ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang kuat, strategi yang tepat, dan dukungan masyarakat mampu menjaga keberlanjutan pembangunan, bahkan di tengah keterbatasan.
Ke depan, Pemerintah Desa Pattallassang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembangunan, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, Desa Pattallassang optimistis melangkah menuju desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.(*)







