Gerak Cepat Puskesmas Tompobulu Tangani Kasus Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia

Avatar of IAN
Kapus Tompobulu 20260424 181238 0000 l Update Sulsel

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID— Respons cepat ditunjukkan jajaran Puskesmas Tompobulu dalam menangani kasus dugaan keracunan makanan bergizi (MBG) yang menimpa sejumlah siswa SDN 7 Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Jumat (24/4/2026).

Dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Tompobulu, Salawaty, S.ST, tim medis bergerak sigap memberikan penanganan awal kepada para siswa yang mengalami gejala keracunan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Kejaksaan Negeri Takalar_Hari Kartini

“Kami bersama seluruh tim berupaya memberikan penanganan terbaik agar kondisi para siswa segera pulih. Ini adalah tanggung jawab kami dalam memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujar Salawaty.

Dalam proses penanganan, Puskesmas Tompobulu juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, TNI, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto. Sinergi ini dilakukan guna memastikan penanganan berjalan optimal serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sejumlah siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan telah dirujuk ke Rumah Sakit Pratama Rumbia untuk mendapatkan perawatan intensif. Langkah ini diambil demi memastikan kondisi korban dapat dipantau secara lebih maksimal oleh tenaga medis.

Salawaty menambahkan, pelayanan cepat dan tepat yang diberikan merupakan bentuk dedikasi tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat, terutama yang menyangkut keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami berharap seluruh korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Kejadian ini menjadi perhatian bersama agar ke depan pengawasan terhadap konsumsi makanan di sekolah semakin ditingkatkan,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi siswa, guna menjaga kesehatan dan keselamatan di lingkungan pendidikan.
(*)