JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID – Pentas Anak dan Pelepasan Peserta Didik Angkatan XVII TK LP2AUD Belay Kasih Jeneponto menjadi momentum istimewa yang tidak hanya menampilkan kreativitas dan keceriaan anak-anak, tetapi juga memperlihatkan keberhasilan sekolah dalam membangun karakter peserta didik sejak usia dini.
Sebanyak 47 peserta didik Tahun Ajaran 2025–2026 resmi dilepas dalam suasana haru dan penuh kebanggaan. Di balik prosesi tersebut, tersimpan berbagai program unggulan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan karakter di lingkungan TK LP2AUD Belay Kasih.
Kepala TK LP2AUD Belay Kasih, Andi Rindra, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kebiasaan positif, serta keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak.
Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah “Ayah Membaca”. Program yang dilaksanakan setiap Jumat ini menghadirkan para ayah, kakak laki-laki, paman, hingga kakek untuk membacakan cerita kepada anak-anak di sekolah.
Melalui program tersebut, budaya literasi ditanamkan sejak dini sekaligus memperkuat ikatan emosional antara anak dan figur laki-laki dalam keluarga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Keterlibatan ayah dan keluarga sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Andi Rindra.
Tak hanya itu, sekolah juga mengembangkan Program Pojok Baca Keluarga yang mendorong setiap keluarga menyediakan sudut baca sederhana di rumah. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan budaya membaca yang berkelanjutan, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Upaya menanamkan nilai kepedulian sosial juga diwujudkan melalui Program Sedekah Jumat. Setiap pekan, anak-anak diajak berbagi sesuai kemampuan keluarga masing-masing. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar tentang empati, kepedulian, serta pentingnya berbagi kepada sesama sejak usia dini.
Yang tak kalah menarik, TK LP2AUD Belay Kasih juga menjadi salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang aktif menerapkan Pendidikan Antikorupsi.
Salah satu implementasinya adalah kebijakan Anti Gratifikasi yang melarang pemberian hadiah dalam bentuk apa pun kepada guru maupun pihak sekolah pada momentum kenaikan kelas, perpisahan, maupun kegiatan lainnya.
Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari para orang tua dan telah menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai kejujuran, integritas, kesederhanaan, dan penghargaan terhadap profesi guru tanpa harus diukur melalui pemberian hadiah atau imbalan.
Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana, mulai dari membacakan buku, membangun budaya literasi di rumah, berbagi kepada sesama, hingga menanamkan nilai antikorupsi sejak dini.
Di tengah tantangan perkembangan zaman, praktik baik yang dilakukan TK LP2AUD Belay Kasih Jeneponto menjadi contoh nyata bagaimana sinergi sekolah dan keluarga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, peduli, dan berintegritas untuk masa depan.







