MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung dengan nuansa berbeda.
Bukan hanya diwarnai semangat solidaritas pekerja, momentum 1 Mei tahun ini juga menjadi ajang kampanye sosial melawan narkoba melalui kegiatan bertajuk “Senam Sehat Bebas Narkoba” yang digelar Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026).
Berlokasi di Jalan Daeng Ngadde Raya, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, ratusan warga memadati area kegiatan sejak pukul 06.00 WITA. Mereka tampak antusias mengikuti senam massal yang dikemas meriah dengan pesan kuat tentang pentingnya hidup sehat dan menjauhi narkoba.
Mengusung tema “Dari Sulsel untuk Indonesia Bersinar”, kegiatan ini menjadi simbol gerakan kolektif masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan yang lebih membumi, sehat, dan membangun kebersamaan.
Suasana kian semarak saat instruktur ZIN Zumba Ratu FT. Keyla memandu jalannya senam, diiringi alunan musik energik dari DJ MC Duta 2000 FT. Mr. Dikss. Perpaduan olahraga, hiburan, dan edukasi membuat kampanye anti-narkoba terasa lebih dekat dengan masyarakat.
Sejumlah pejabat dan unsur pemerintah turut hadir memberikan dukungan, di antaranya perwakilan Wali Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan, Camat Tamalate, Lurah Parang Tambung, unsur RT/RW, tokoh masyarakat, Binmas Polsek Tamalate, hingga Babinsa.
Ketua MAKI Sulsel, Hidayat Akbar, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi formal, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat dengan pendekatan yang lebih membangun partisipasi publik.
“Melawan narkoba tidak cukup hanya dengan ceramah. Harus dengan aksi nyata, kebersamaan, dan kesadaran kolektif. Kita harus menjaga lingkungan kita bersama,” tegas Hidayat.
Ia mengungkapkan, ancaman narkoba di Sulawesi Selatan masih menjadi persoalan serius. Berdasarkan data kinerja BNNP Sulsel sepanjang 2025, sebanyak 55 kasus narkotika berhasil diungkap dengan 70 tersangka diamankan.
Tak hanya itu, angka penyalahgunaan narkoba di Sulsel juga didominasi kelompok usia produktif 15 hingga 49 tahun. Bahkan, tercatat sebanyak 1.356 orang menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkotika.
Menurut Hidayat, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat, sebab ancaman narkoba kini menyasar generasi muda yang menjadi penentu masa depan bangsa.
“Kalau generasi muda rusak, maka masa depan bangsa ikut terancam. Ini yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Hidayat menambahkan, meski tergolong organisasi baru, MAKI Sulsel terus bergerak aktif membangun kampanye anti-narkoba hingga ke daerah. Salah satunya di Kabupaten Takalar, dengan melibatkan desa-desa dalam gerakan digitalisasi edukasi dan program lingkungan bebas narkoba.
Dalam kesempatan itu, MAKI Sulsel juga menyampaikan tiga seruan penting kepada masyarakat dan pemerintah.
Pertama, mendorong RT/RW dan tokoh masyarakat menjadikan senam sehat sebagai agenda rutin mingguan. Kedua, meminta dukungan nyata dari Pemerintah Kota Makassar dan stakeholder terkait. Ketiga, mengajak masyarakat menjaga keluarga, anak-anak, dan lingkungan dari ancaman narkoba.
Sekretaris MAKI Sulsel, Marissa Mansyur, menekankan bahwa keluarga memegang peran sentral dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
“Gerakan melawan narkoba harus dimulai dari rumah, dari keluarga, lalu diperkuat di lingkungan dan komunitas,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Kota Makassar. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkot Makassar, Akhmad Namsum, yang hadir mewakili Wali Kota Makassar, menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah konkret yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memerangi narkoba.
“Narkoba adalah musuh bersama. Ia merusak moral, etika, dan masa depan generasi. Kegiatan seperti ini harus terus dibudayakan,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui Andriany Saleng, yang menilai pendekatan promotif lewat aktivitas fisik seperti senam sangat efektif membangun kesadaran publik.
“Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa narkoba adalah ancaman bersama yang harus dilawan secara kolektif,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BNN Sulsel, Ramlah, turut mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Ini bukti bahwa masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba,” ungkapnya.
Tak hanya senam massal, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize menarik, mulai dari mesin cuci, kipas angin, setrika hingga dispenser, yang semakin menambah semangat peserta.
Tingginya antusiasme warga menjadi sinyal kuat bahwa kampanye sosial berbasis komunitas seperti ini mampu menjadi model gerakan yang efektif, membumi, dan berkelanjutan.
Melalui momentum May Day 2026, MAKI Sulsel ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tak hanya bicara soal perjuangan ekonomi dan kesejahteraan, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup, memperkuat solidaritas sosial, dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba.
Gerakan “Senam Sehat Bebas Narkoba” pun menjadi pesan kuat bahwa perang melawan narkoba bisa dimulai dari langkah sederhana: bergerak bersama, hidup sehat, dan saling menjaga.(*)









