TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Komandan Kodim (Dandim) 1426/Takalar, Letkol Inf Anton Timotius Milala, S.E., M.I.P., angkat bicara menanggapi isu yang beredar terkait dugaan permintaan “fee” sebesar 20 persen dalam proyek pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Takalar.
Dalam klarifikasi resminya, Anton menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Ia memastikan tidak pernah ada instruksi, permintaan, maupun penerimaan dana dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan potongan anggaran proyek tersebut.
“Informasi itu tidak berdasar. Kami tidak pernah meminta atau menerima fee seperti yang dituduhkan,” tegasnya, Kamis (16/4/2026).
Ia juga menyayangkan munculnya tudingan dari pihak yang tidak jelas identitasnya, yang disebut-sebut sebagai oknum subkontraktor anonim. Menurutnya, klaim tanpa bukti hanya akan memicu kesalahpahaman dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa Kodim 1426/Takalar tetap berkomitmen menjalankan tugas dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam mengawal pembangunan di wilayahnya.
Anton pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang sehat agar tidak terjadi penyebaran disinformasi.
“Kami bekerja sesuai aturan yang berlaku dan fokus mendukung percepatan pembangunan untuk kepentingan masyarakat Takalar,” ujarnya.
Sementara itu, proyek pembangunan 49 unit KDKMP di Kabupaten Takalar saat ini masih berjalan dan terus dipantau agar dapat rampung tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.(*)







