TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Ada apa dengan penanganan kasus pembacokan di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone? Kasus yang menimpa warga Tonasa DG RANI (36) Dengan pelaku 3 Yang juga berasal dari Desa Tonasa tersebut diduga mandet di Polsek Mappakasunggu (Mapsu) Polres Takalar.
Keluarga korban mengeluhkan lambannya penanganan kasus pembacokan tersebut. Laporan yang sudah masuk beberapa waktu lalu hingga kini belum menunjukkan progres penangkapan terhadap pelaku.
“Kami sudah melapor ke Polsek Mapsu 5 hari yang lalu, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Pelaku masih berkeliaran. Ada apa? Kenapa kasus ini mandet?” ujar keluarga korban dengan nada kecewa, Selasa (7/10/2026).
Menurut keluarga, korban mengalami luka akibat pembacokan dan kasus ini jelas merupakan tindak pidana penganiayaan berat. Namun, mereka menilai Polsek Mapsu terkesan lamban dan tidak serius menangani laporan tersebut.
Warga Desa Tonasa pun mempertanyakan komitmen Polsek Mapsu dalam memberikan rasa keadilan dan keamanan. Mereka berharap Kapolres Takalar turun tangan langsung mengevaluasi kinerja Polsek Mapsu terkait penanganan kasus ini.
“Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan sama polisi gara-gara kasus ini mandet. Kami minta Kapolres Takalar atensi,” tambah warga Tonasa.
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Mappakasunggu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan mandetnya kasus pembacokan di Tonasa tersebut.(*)




