Korban Arisan Online Diduga Rugikan Ratusan Juta Bersiap Datangi Kantor Manggala Agni Gowa, Kesabaran Disebut Sudah Habis

Avatar of Man
Nawir 20260712 150124 0000 l Update Sulsel

GOWA, UPDATESULSEL.ID – Kesabaran puluhan korban dugaan penipuan berkedok arisan online yang diduga melibatkan seorang perempuan berinisial SW disebut telah mencapai batas.

Setelah berulang kali menempuh jalur hukum namun belum memperoleh perkembangan yang dianggap memuaskan, para korban bersama keluarga kini berencana mendatangi kantor Manggala Agni Kabupaten Gowa, tempat suami SW yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diketahui bekerja.

Rencana tersebut muncul sebagai bentuk upaya terakhir agar ada ruang mediasi dan penyelesaian atas kerugian yang menurut para korban mencapai ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, kasus ini telah dilaporkan ke sejumlah aparat penegak hukum, di antaranya Polsek Marbo, Polres Takalar, Polres Gowa, hingga salah satu Polsek di Kalimantan. Namun, para korban mengaku belum melihat adanya penyelesaian yang memberikan kepastian terhadap pengembalian dana mereka.

“Kami sudah melapor ke mana-mana, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Uang kami ratusan juta sudah dibawa, sementara janji untuk mengembalikannya tidak pernah ditepati. Karena itu kami berencana mendatangi tempat kerja suaminya agar ada pihak instansi yang dapat memfasilitasi penyelesaian. Kami hanya ingin ada tanggung jawab yang nyata,” ujar salah seorang korban asal Gowa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.Pernyataan senada disampaikan korban lainnya asal Kabupaten Takalar. Menurutnya, berbagai upaya persuasif telah dilakukan, termasuk menunggu realisasi janji pembayaran yang beberapa kali disampaikan.

“Kami sudah lelah menunggu. Surat perjanjian bermeterai pun sampai sekarang tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Kami berharap pimpinan instansi tempat suaminya bekerja dapat memfasilitasi pertemuan agar ada penyelesaian dan pertanggungjawaban yang jelas,” katanya, Minggu (12/7/2026).

Korban menyebut rencana kedatangan tersebut akan melibatkan peserta dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, dan Kota Makassar.

Mereka menegaskan bahwa tujuan kedatangan bukan untuk menciptakan keributan ataupun melakukan tindakan di luar hukum. Sebaliknya, mereka berharap pihak yang diduga terkait dapat hadir, berdialog secara terbuka, serta menunjukkan itikad baik untuk memenuhi kewajiban pengembalian dana yang telah dijanjikan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SW maupun suaminya belum memberikan keterangan resmi terkait rencana kedatangan para korban tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh konfirmasi dan memberikan ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan tanggapan sesuai asas keberimbangan. (*)