TAKALAR, UPDATESULSEL.ID — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, pelayanan publik dan pembangunan yang berkelanjutan.
Ketua APDESI Kabupaten Takalar, Parawangsa, S.H., berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat membangun bangsa dan daerah, khususnya dari tingkat desa.
“Kami berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hanya menjadi sebuah perayaan seremonial, tetapi menjadi spirit bagi kita semua untuk terus membangun bangsa dan daerah. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, pelayanan yang baik dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Parawangsa.
Menurutnya, desa memiliki posisi strategis sebagai fondasi pembangunan daerah. Berbagai program pembangunan dan pelayanan pemerintahan di desa bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap desa, baik melalui dukungan anggaran, pembangunan infrastruktur maupun program pemberdayaan masyarakat.
“Desa adalah bagian penting dari pemerintahan dan pembangunan. Karena itu, kami berharap desa sebagai bagian dari pemerintahan dapat terus diperhatikan, baik dari sisi anggaran maupun pembangunan. Dengan dukungan yang memadai, desa akan semakin mampu menjalankan pelayanan pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Parawangsa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa sinergi dan komitmen bersama. Semangat gotong royong harus terus diperkuat agar pembangunan di tingkat desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat serta menghadirkan pembangunan yang berkeadilan.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita isi kemerdekaan dengan pengabdian, kerja nyata dan pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya masyarakat desa,” tutupnya.







