TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Puluhan petani di Dusun Pattiro, Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, menghadapi ancaman gagal panen akibat terganggunya pasokan air irigasi ke areal persawahan mereka.
Sedikitnya 20 hektare lahan pertanian dilaporkan mulai mengalami kekeringan menjelang masa panen. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh berkurangnya debit air dari Bendungan Pammukkulu, melainkan karena banyaknya saluran irigasi yang mengalami kerusakan serta adanya beberapa titik yang diduga sengaja dijebol oleh oknum tertentu.
Akibat kerusakan tersebut, distribusi air tidak lagi berjalan normal dan merata ke seluruh petak sawah. Sejumlah lahan pertanian mulai kekurangan pasokan air yang dibutuhkan tanaman padi pada fase akhir pertumbuhan, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan gagal panen.
Selain mengancam hasil produksi pertanian, persoalan ini juga dikhawatirkan memicu gesekan sosial di tengah masyarakat akibat perebutan dan ketidakmerataan pembagian air irigasi antarpetani.
Warga bersama kelompok tani berharap pemerintah dan aparat terkait segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Mereka meminta keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari Desa Moncongkomba maupun Desa Lantang untuk membantu mengawasi distribusi air, mencegah perusakan saluran irigasi, serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mendesak adanya koordinasi cepat dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang agar kerusakan saluran irigasi yang terjadi dapat segera ditangani melalui perbaikan maupun rehabilitasi.
“Air di bendungan sebenarnya masih cukup. Persoalannya ada pada saluran yang banyak rusak dan beberapa bagian yang dijebol sehingga air tidak sampai ke sawah kami. Kami berharap segera ada perbaikan dan pengawasan agar tanaman padi yang sudah hampir panen bisa terselamatkan,” ujar salah seorang perwakilan kelompok tani kepada wartawan.
Saat ini, pemerintah desa bersama kelompok tani tengah menyusun laporan lengkap terkait kondisi jaringan irigasi yang rusak untuk disampaikan kepada instansi berwenang. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan sehingga distribusi air kembali normal dan potensi gagal panen dapat dihindari.
Dengan mayoritas masyarakat setempat menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, percepatan perbaikan jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak agar ketahanan pangan dan ekonomi petani di wilayah tersebut tetap terjaga.







