GARDA 08 Sulsel Soroti Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat di Desa Bara Batu, Progres Diduga Baru 60 Persen Jelang Batas Waktu Pekerjaan

Avatar of Zull Updatesulsel.id
Dinas PU Pangkep 20260601 175017 0000 l Update Sulsel

PANGKEP, UPDATESULSEL.ID — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GARDA 08 DPW Sulawesi Selatan lewat keterangan koordinator investigasi divisi hukumnya (Juansyah, S.H, M.H) menyoroti pelaksanaan proyek penimbunan lahan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan tim GARDA 08 Sulsel, progres pekerjaan diduga masih berada di kisaran 60 persen, sementara masa penyelesaian pekerjaan disebut tinggal menghitung hari.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait efektivitas pelaksanaan proyek, pengawasan lapangan, serta kemampuan pelaksana pekerjaan dalam memenuhi target yang telah ditetapkan dalam kontrak.

GARDA 08 Sulsel menyatakan bahwa proyek yang bersumber dari anggaran negara seharusnya dikerjakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap jadwal pelaksanaan, tegas Juansyah.

“Dari hasil pemantauan lapangan yang kami lakukan, volume pekerjaan yang terlihat belum menunjukkan progres yang ideal apabila dibandingkan dengan sisa waktu pelaksanaan yang ada. Oleh karena itu, kami meminta pihak terkait untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut GARDA 08, proyek Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan keterlambatan yang dapat berdampak pada pelaksanaan program secara keseluruhan.

Temuan Lapangan Menjadi SorotanDalam peninjauan lapangan, tim GARDA 08 menemukan bahwa sebagian area yang direncanakan untuk penimbunan diduga belum mencapai elevasi yang ditentukan.

Aktivitas pengangkutan material memang masih berlangsung, namun kecepatan pekerjaan dinilai perlu mendapat perhatian mengingat tenggat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.Selain persoalan progres fisik, GARDA 08 juga menemukan material timbunan yang dipakai dari lokasi yang tidak memiliki izin resmi.

penting untuk memastikan kualitas material timbunan yang digunakan. Sebab, kualitas pekerjaan pematangan lahan akan sangat menentukan ketahanan konstruksi bangunan yang akan berdiri di atasnya.

“Kami tidak hanya berbicara soal cepat atau lambatnya pekerjaan. Yang lebih penting adalah apakah pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan atau tidak. Ini harus menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Desak Pengawasan Intensif

GARDA 08 meminta instansi teknis, konsultan pengawas, serta pihak pelaksana proyek untuk meningkatkan pengawasan di lapangan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak dan spesifikasi yang berlaku.

Menurut mereka, keterbukaan informasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.

Masyarakat berhak mengetahui perkembangan proyek yang menggunakan uang negara. Oleh karena itu, GARDA 08 mendorong adanya publikasi berkala mengenai progres pekerjaan, kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah percepatan yang dilakukan apabila memang terdapat potensi keterlambatan.

Minta Aparat dan Instansi Terkait Melakukan Evaluasi

Selain meminta klarifikasi dari pihak pelaksana, GARDA 08 juga mendorong instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Evaluasi diperlukan untuk memastikan tidak terdapat penyimpangan administratif maupun teknis yang berpotensi merugikan kepentingan masyarakat.

“Apabila memang progres pekerjaan sesuai dengan laporan resmi, tentu hal itu harus dapat dibuktikan melalui data dan fakta di lapangan. Sebaliknya, jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, maka harus segera dilakukan langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas perwakilan GARDA 08.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini disusun, pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, maupun instansi penanggung jawab proyek masih diharapkan memberikan keterangan resmi terkait progres aktual pekerjaan, target penyelesaian, serta langkah yang akan ditempuh untuk memastikan proyek dapat selesai tepat waktu.

GARDA 08 Sulsel menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan proyek tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap program pembangunan yang dibiayai oleh negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.

“Kami mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Namun dukungan itu harus dibarengi dengan pengawasan yang kuat agar kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, dan penggunaan anggaran tetap berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat,” tutupnya.