Puluhan Siswa SDN 7 Rumbia Diduga Keracunan Makanan Bergizi, Orang Tua Desak Program MBG Dihentikan

Avatar of IAN
MBG Jeneponto 20260424 142329 0000 l Update Sulsel

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID— Insiden dugaan keracunan makanan kembali terjadi di lingkungan sekolah. Kali ini, sebanyak 28 siswa SDN 7 Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (28/4/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Peristiwa tersebut sontak membuat panik para orang tua siswa. Sejumlah murid mengalami keluhan seperti gatal-gatal setelah menyantap hidangan yang disediakan. Para siswa yang terdampak langsung dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Rumbia, Puskesmas Tompobulu, hingga Rumah Sakit Pratama Rumbia di Desa Lebang Manai untuk mendapatkan penanganan medis.

Kejaksaan Negeri Takalar_Hari Kartini

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, insiden tersebut memicu kekhawatiran serius dari orang tua dan pihak sekolah.

Kepala sekolah SDN 7 Rumbia, Muh. Arfa, bersama para orang tua siswa menyampaikan harapan agar program MBG di Desa Bontomanai dihentikan sementara. Mereka menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dan pengawasan makanan yang diberikan kepada siswa.

“Ini sudah kejadian kedua. Kami berharap program ini dihentikan dulu sampai ada jaminan keamanan makanan bagi anak-anak,” ujar salah satu perwakilan orang tua siswa.

Dugaan sementara, kurangnya pengawasan dalam proses pengolahan makanan oleh pihak dapur dan tenaga gizi menjadi salah satu penyebab terjadinya insiden tersebut. Oleh karena itu, masyarakat mendesak pihak terkait untuk lebih serius dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

Kasus ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah agar program pemenuhan gizi bagi pelajar benar-benar dijalankan sesuai standar kesehatan dan tidak justru membahayakan.(*)