TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Aktivitas mencurigakan di SPBU Palleko Nomor 7492210, yang berada di Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, kembali menuai sorotan publik.
Dugaan penyaluran ilegal BBM jenis solar subsidi disebut-sebut masih terus berlangsung, bahkan dilakukan secara sistematis pada malam hari.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, praktik pelangsiran solar subsidi bukan hal baru. Aktivitas tersebut diduga berlangsung berulang kali tanpa hambatan berarti.
“Biasanya dilakukan malam hari. Solar diambil dari SPBU, lalu ditampung di rumah warga dekat lokasi. Setelah itu, ada truk yang datang untuk mengangkut,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (14/4/2026).
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi kelompok tertentu seperti nelayan dan petani, bukan untuk diperjualbelikan kembali secara ilegal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPW Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-HAM) Sulawesi Selatan, Adi Nusaid Rasyid, menyampaikan kecaman keras atas dugaan praktik tersebut.
Ia menilai, jika aktivitas itu benar terjadi berulang kali, maka patut diduga ada pembiaran dari aparat penegak hukum.
“Ini bukan lagi dugaan biasa. Jika terus terjadi, berarti ada indikasi pembiaran. SPBU tidak mungkin berani melakukan praktik seperti ini tanpa ada pihak yang melindungi,” tegas Adi.
Lebih lanjut, pihaknya mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Mabes Polri, untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan praktik mafia BBM subsidi di wilayah tersebut.
Adi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti, termasuk rekaman video yang memperlihatkan aktivitas pengangkutan solar subsidi secara ilegal.
“Dalam waktu dekat, kami akan melaporkan secara resmi ke Mabes Polri. Bukti-bukti sudah kami siapkan,” pungkasnya.
Kasus ini kembali membuka perhatian publik terhadap pengawasan distribusi BBM subsidi yang dinilai masih lemah. Masyarakat pun berharap ada tindakan tegas agar penyaluran BBM tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.(*)







