GOWA, UPDATESULSEL.ID– Kondisi Jalan Poros Sileo di Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, kian memprihatinkan.
Ruas jalan yang menjadi akses utama penghubung antar dusun ini mengalami kerusakan parah dan berlubang, bahkan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti dari pemerintah.
Kerusakan paling terlihat di sekitar Pasar Sileo 1, yang merupakan pusat aktivitas warga. Jalan tersebut tidak hanya dipenuhi lubang, tetapi juga berubah menjadi kubangan lumpur saat musim hujan, sehingga membahayakan pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Ironisnya, jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat untuk menuju beberapa dusun di Desa Paraikatte, bahkan menjadi jalur cepat menuju pusat kota. Kondisi jalan semakin memburuk akibat sering dilalui truk pengangkut material tambang dengan beban berat.
Salah satu tokoh pemuda setempat, Barnas Sahmana, mengungkapkan harapannya agar pemerintah desa segera mengambil langkah nyata.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah desa. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Keluhan juga datang dari tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. Ia mempertanyakan penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dinilai belum menyentuh perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan tersebut.
“ADD nilainya miliaran rupiah, tapi jalan sekitar 200 meter saja belum bisa diperbaiki. Kami berharap ada audit khusus,” tegasnya.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Desa Paraikatte, Abdul Rahman Dg Siriwa, menyatakan kesiapannya untuk membantu perbaikan jalan secara swadaya. Ia berjanji akan melanjutkan penimbunan jalan setelah Hari Raya Idulfitri.
“Insyaallah setelah Lebaran kami lanjutkan penimbunan sampai selesai. Sebelumnya sudah pernah kami kerjakan sebagian, tapi belum tuntas. Karena belum ada perhatian dari pemerintah desa, tidak ada salahnya kita bergerak sendiri,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah, baik di tingkat desa maupun kabupaten, segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.(*)







