Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Jeneponto Buka Musrenbang Tematik Pengairan 2026

Avatar of Redaksi
IMG 20260305 WA0153

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID– Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus mematangkan langkah memperkuat infrastruktur irigasi sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

Komitmen itu ditegaskan saat Bupati Jeneponto, Paris Yasir, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Bidang Pengairan Tahun 2026, Kamis (5/3), di Ruang Rapat Bupati Jeneponto.

Forum strategis tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Maskur, Asisten III Setda Nuzuldin Ngallo, Kepala Bappeda Alfian Afandy Syam, para kepala perangkat daerah, camat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menekankan bahwa sektor pengairan memegang peranan vital dalam mendorong produktivitas pertanian. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah, khususnya di sektor pangan, sangat ditentukan oleh ketersediaan dan pengelolaan air yang optimal.

“Irigasi yang terkelola dengan baik akan memastikan keberlanjutan produksi pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Ia berharap Musrenbang tematik ini mampu melahirkan perencanaan yang lebih fokus, terintegrasi, dan tepat sasaran, terutama dalam pengembangan sistem pengairan yang berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Jeneponto.

Sementara itu, Kepala Bappeda Jeneponto, Alfian Afandy Syam, memaparkan arah kebijakan pembangunan pengairan tahun 2026.

Beberapa program prioritas yang disoroti meliputi penguatan jaringan irigasi, peningkatan efektivitas distribusi air, hingga strategi pengelolaan sumber daya air yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.

Diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Para peserta Musrenbang menyampaikan berbagai masukan guna memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan petani dan masyarakat di lapangan.

Melalui Musrenbang Tematik Bidang Pengairan 2026, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, terukur, dan berorientasi pada hasil. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.