MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, pengawasan harga bahan pokok semakin diperketat. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan peninjauan langsung ke Pasar Terong, Kota Makassar, Jumat (20/02/2026).
Kunjungan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, termasuk Pangdam XIV/Hasanuddin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sulselbar, serta Wali Kota Makassar. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti solidnya kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Sulawesi Selatan.
Di sela-sela kunjungan, Kapolda dan Gubernur menyempatkan berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli. Sejumlah komoditas yang dipantau antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, hingga kebutuhan pokok lainnya yang kerap mengalami fluktuasi harga menjelang hari besar keagamaan.
Tak hanya mengecek harga, rombongan juga mendengar langsung keluhan pedagang terkait distribusi dan pasokan barang. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah mendapatkan gambaran riil kondisi pasar.
Gubernur Sulsel menegaskan, pemantauan langsung ke pasar tradisional merupakan strategi untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan aman. Menurutnya, pengawasan rutin akan terus dilakukan guna mencegah lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Sulsel menegaskan komitmen kepolisian dalam mengawal distribusi bahan pokok. Polda Sulsel akan meningkatkan pengawasan guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Polri siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan stok tetap tersedia,” tegasnya.
Peninjauan ini diharapkan memberi rasa aman bagi warga dalam menghadapi bulan suci. Sinergi antara pemerintah provinsi dan aparat keamanan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dihantui kenaikan harga sembako.(Saifuddin Gassing)







