17 Tahun Latih Paskibra Jeneponto, Aipda Syamsuryadi dan Serka Suardi Siapkan Generasi Terbaik Pengibar Merah Putih

Avatar of IAN
IMG 20260812 WA0012 l Update Sulsel

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID— Dedikasi panjang ditunjukkan Aipda Syamsuryadi Syarif, S.H., bersama Serka Suardi dalam membina dan melatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jeneponto dilapangan Pastur, Kecamatan Binamu.

Selama kurang lebih 17 tahun, keduanya konsisten mendampingi para pelajar yang terpilih menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera tingkat Kabupaten Jeneponto.

Pasang Iklan Update Sulsel

Bagi mereka, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengenakan seragam dan menjalankan tugas saat upacara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap bangsa.

Saat ditemui wartawan UpdateSulsel, Aipda Syamsuryadi mengatakan proses latihan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, mulai dari persiapan awal hingga menjelang pelaksanaan pengibaran Sang Merah Putih.

Menurutnya, seluruh pelatih akan memberikan kemampuan terbaik agar pasukan Paskibraka Jeneponto mampu menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan percaya diri.

“Kami tidak henti-hentinya melatih anak-anak Paskibraka, mulai dari tahap awal sampai persiapan akhir. Harapannya, mereka semakin siap dan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya saat pengibaran bendera,” ujarnya. Selasa (12/08/2026)

Ia menambahkan, tugas Paskibraka merupakan sebuah kehormatan karena pelaksanaannya akan disaksikan langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat Jeneponto.

Karena itu, latihan tidak hanya difokuskan pada gerakan baris-berbaris, tetapi juga membangun kekompakan dan mental para anggota pasukan.

“Insyaallah kami bersama rekan-rekan pelatih akan maksimal mempersiapkan mereka agar ketika tiba waktunya mengibarkan bendera Merah Putih, semuanya dapat berjalan dengan baik,” kata Aipda Syamsuryadi yang merupakan personel Polres Jeneponto tersebut.

Di tempat yang sama, Aipda Syamsuryadi menjelaskan bahwa tidak semua pelajar dapat menjadi anggota Paskibraka. Mereka yang terpilih merupakan siswa-siswi yang telah melalui proses seleksi dan dinilai memiliki kemampuan serta kesiapan untuk menjalankan tugas tersebut.

Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka merupakan kebanggaan tersendiri, baik bagi peserta maupun keluarga mereka.

“Anak-anak yang masuk Paskibraka adalah putra-putri pilihan. Tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang tua ketika melihat anaknya dipercaya menjalankan tugas mengibarkan bendera Merah Putih,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti pembinaan Paskibraka dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk menghadapi masa depan.

Bagi para pelatih, keberhasilan Paskibraka bukan hanya ketika mereka mampu menjalankan prosesi pengibaran dan penurunan bendera dengan sempurna. Lebih dari itu, mereka berharap para peserta tumbuh menjadi generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu membawa nama baik Kabupaten Jeneponto.(*)