Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Tolo–Malakaji, Sindir Janji Perbaikan yang Tak Kunjung Terealisasi

Avatar of IAN
Warga Jeneponto tanam pisang dijalan 20260426 210811 0000 l Update Sulsel

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID— Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan rusak di poros Tolo–Malakaji, Kabupaten Jeneponto, akhirnya memuncak. Sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki, warga menanam pohon pisang di tengah badan jalan pada Minggu siang, 26 April 2026.

Aksi itu menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah yang dinilai lamban merespons kerusakan jalan provinsi yang selama puluhan tahun dikeluhkan warga, khususnya di wilayah Camba Jawa, Kecamatan Kelara.

Kejaksaan Negeri Takalar_Hari Kartini

Warga menilai kondisi jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Lubang besar dan permukaan jalan yang rusak parah disebut kerap memicu kecelakaan serta menghambat aktivitas masyarakat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

“Kami tiap tahun bayar pajak, tapi jalan yang kami lewati justru dibiarkan rusak. Karena tidak ada perhatian, terpaksa kami tanami pohon pisang supaya pemerintah melihat,” ujar seorang warga setempat yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menurut warga, jalan poros Tolo–Malakaji merupakan jalur vital yang menghubungkan mobilitas masyarakat Jeneponto. Namun hingga kini, kondisi jalan disebut belum mendapat penanganan serius, meski sudah berulang kali dikeluhkan.

Warga juga mengaku kecewa karena pemerintah disebut pernah melakukan pengukuran di lokasi jalan rusak tersebut, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. Janji perbaikan pun dinilai hanya sebatas wacana.

“Sudah pernah diukur, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Katanya bulan empat, lalu berubah lagi bulan sepuluh. Tidak ada kepastian. Ini yang membuat warga kecewa,” lanjut sumber tersebut.

Masyarakat Kecamatan Kelara berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto segera duduk bersama mencari solusi konkret agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan.

Warga menegaskan, aksi tanam pohon pisang itu bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga peringatan keras kepada pemerintah agar tidak terus menutup mata terhadap infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Jalan ini sudah puluhan tahun rusak dan belum benar-benar disentuh. Kami hanya ingin pemerintah serius, karena ini menyangkut keselamatan dan kebutuhan warga setiap hari,” tutupnya.

Aksi warga tersebut kini menjadi sorotan publik dan memantik perhatian terhadap kondisi infrastruktur di Jeneponto, sekaligus menjadi pengingat bahwa janji pembangunan tanpa realisasi hanya akan melahirkan kekecewaan di tengah masyarakat.(*)