MAKASSAR, UPDATESULSEL, – Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) menerima penghargaan sebagai Pelopor Literasi Santri Provinsi Sulawesi Tenggara dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Penghargaan tersebut, kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra, H.Mansur, S.Pd.M.A. bernomor B-640/Kw.24/KP.08.8/10/2026 tertanggal 22 Oktober 2026 diberikan atas dedikasi dan inisiatif BAK dalam menggerakkan gerakan literasi santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara yang didirikan Menteri Agama Prof.Dr.K.H.Nasaruddin Umar, M.A. Kiprah tersebut diwujudkan melalui penerbitan buku santri dan guru berjudul ” Jangan Mati Sebelum Menulis Buku, Antologi Karya Santri dan Guru Pondok Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo Kabupaten Buton”.
Apresiasi atas capaian tersebut disampaikan Muhammad Nur Rasul Secara Daring Melalui Media, Sang penggiat literasi, Runner Up 1 Duta Baca Pelajar Kabupaten Takalar 2026 Tersebut
Muhammad Nur Rasul menilai penghargaan tersebut layak diberikan kepada BAK yang selama ini dikenal sebagai Tokoh Literasi Nasional dan memiliki perhatian besar terhadap pengembangan budaya membaca serta menulis di berbagai kalangan.
“Selamat kepada Ayahanda BAK atas penghargaan sebagai Pelopor Literasi Santri Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurut saya, penghargaan ini sangat layak diberikan atas dedikasi dan konsistensi beliau dalam menggerakkan literasi, khususnya dalam mendorong santri dan guru untuk menghasilkan karya tulis,” ujar Muhammad Nur Rasul.

Ia menambahkan, kiprah BAK menunjukkan bahwa gerakan literasi tidak cukup hanya mendorong masyarakat untuk membaca. Gerakan tersebut juga perlu membuka ruang bagi lahirnya penulis baru, terutama dari kalangan santri dan guru pesantren.
Menurut Rasul, penerbitan buku antologi karya santri dan guru Pondok Pesantren Al-Ikhlas menjadi bukti nyata bahwa lingkungan pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan karya intelektual yang dapat dibaca dan dipelajari oleh masyarakat luas.
“BAK bukan hanya dikenal sebagai Tokoh Literasi Nasional, tetapi juga menjadi sosok yang menginspirasi para penggiat literasi untuk terus bergerak. Beliau menunjukkan pentingnya mendampingi generasi muda agar berani menulis, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ungkapnya.
Sebagai Founder Zigid Indonesia, Rasul berharap penghargaan tersebut dapat memperkuat semangat kolaborasi antarpenggiat literasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan gerakan membaca dan menulis.
Ia juga berharap semakin banyak komunitas, lembaga pendidikan, dan generasi muda yang mengambil peran dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Penyerahan penghargaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026 dalam kegiatan Kemah Madrasah yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Pondok pesantren tersebut dipimpin oleh Ketua Yayasan Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.
Muhammad Nur Rasul berharap penghargaan yang diterima BAK tidak hanya menjadi pengakuan atas kiprahnya, tetapi juga menjadi dorongan bagi perkembangan literasi santri di Sulawesi Tenggara dan daerah lainnya di Indonesia.
Pada Hari Santri Nasional di Kabupaten Maros, Tanggal 22 Oktober 2025, BAK menerima penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Maros yang diserahkan Bupati Maros, Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.A.
“Semoga Ayahanda BAK terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dan penggiat literasi. Kami berharap semakin banyak santri dan guru yang melahirkan buku serta berkontribusi dalam memperkuat budaya literasi bangsa,” tutupnya.







