PANGKEP, UPDATESULSEL.ID — Kehadiran Taruna Akademi Militer (Akmil) di Sekolah Rakyat 67 Kabupaten Pangkep menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, serta semangat cinta tanah air.Kegiatan pembinaan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pembentukan karakter dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak generasi yang berintegritas, beretika, mandiri, serta memiliki daya saing.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, pembinaan karakter dinilai memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan peningkatan kemampuan akademik.
Nilai-nilai seperti disiplin, kepedulian, kerja sama, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab perlu terus ditanamkan agar para siswa memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kepala Sekolah Rakyat 67 Kabupaten Pangkep, Marwah, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap seluruh siswa dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar secara langsung mengenai pentingnya kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat mengambil nilai-nilai positif yang diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” harapnya.
Masyarakat juga berharap kegiatan pembinaan karakter tersebut tidak berhenti pada satu program semata.
Evaluasi dan tindak lanjut dinilai penting dilakukan agar nilai-nilai yang telah diberikan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan karakter peserta didik.
Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi yang berkarakter kuat, mandiri, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Karena itu, sinergi antara pihak sekolah, orang tua, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan pembinaan karakter berjalan secara berkelanjutan demi masa depan generasi muda Indonesia. (*)









