MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID — Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Pengadaan Perpustakaan Digital (Bookless Library) Tahun Anggaran 2022 di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terus bergulir.
Setelah sebelumnya menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan kembali melakukan penggeledahan di lokasi lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, Rabu (17/6/2026).
Kali ini, sasaran penyidik adalah kantor CV APM, perusahaan yang diketahui menjadi penyedia dalam proyek pengadaan perpustakaan digital tersebut. Kantor yang juga digunakan sebagai tempat bimbingan belajar itu berada di kawasan Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Rachmat Supriady, mengungkapkan bahwa penggeledahan dilakukan untuk menelusuri dan mengumpulkan dokumen penting terkait pola kerja sama antara pihak penyedia dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
“Penggeledahan ini difokuskan untuk mendalami hubungan kerja sama antara pihak penyedia dengan Dinas Pendidikan. Kami mencari bukti-bukti yang dapat memperjelas alur koordinasi dan pemenuhan kewajiban dalam proyek pengadaan ini agar fakta hukumnya semakin terang,” ujar Rachmat.
Dari hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik kembali mengamankan sejumlah dokumen yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan perkara yang tengah diselidiki. Dokumen-dokumen tersebut akan menjadi bahan penting dalam proses verifikasi dan analisis lebih lanjut.
Langkah penggeledahan ini menjadi bagian dari upaya Kejati Sulsel mengungkap secara menyeluruh dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan perpustakaan digital yang menggunakan anggaran negara.
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan hingga seluruh fakta hukum terungkap.
“Penyidikan akan terus berjalan sesuai prosedur untuk memastikan penggunaan anggaran negara benar-benar sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Kasus dugaan korupsi proyek Bookless Library 2022 ini kini menjadi sorotan publik, mengingat program tersebut digagas untuk mendukung transformasi digital pendidikan di Sulawesi Selatan.
Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.







