Putri Takalar Bersinar di Kancah Nasional, Nur Bintang Qurahmi Dua Kali Raih Runner-up Kaligrafi Nasional

Avatar of Man
Nawir 20260724 131101 0000 l Update Sulsel

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Nama Nur Bintang Qurahmi semakin mencuri perhatian di dunia seni kaligrafi Islam. Putri asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ini berhasil menorehkan sederet prestasi membanggakan hingga tingkat nasional melalui cabang seni kaligrafi kontemporer.

Alumni Pondok Pesantren DDI Baburridha Bulukumba yang akrab disapa Bintang itu membuktikan bahwa ketekunan dan konsistensi mampu mengantarkannya menjadi salah satu kaligrafer muda berbakat asal Sulawesi Selatan.

Perjalanan Bintang di dunia kaligrafi dimulai sejak duduk di bangku kelas III Madrasah Tsanawiyah (MTs). Berawal dari ketertarikan pada keindahan huruf Arab, ia terus mengasah kemampuan dengan memadukan teknik kaligrafi klasik dan sentuhan warna modern yang menjadi ciri khas karya-karyanya.

Tak hanya indah dipandang, setiap karya yang dihasilkan juga mengandung nilai filosofis dan pesan spiritual yang kuat.

Prestasi demi prestasi pun terus mengiringi langkahnya.

Di tingkat kecamatan hingga kabupaten, Bintang dikenal sebagai langganan juara pertama dalam berbagai lomba kaligrafi kontemporer.

Kiprahnya kemudian berlanjut ke tingkat provinsi dengan meraih Juara III Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ) pada ajang Syabab yang diselenggarakan Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan. Ia juga berhasil meraih Juara Harapan I pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIII tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Puncak prestasinya hadir di level nasional. Bintang sukses meraih dua kali gelar Juara II tingkat nasional dalam ajang bergengsi yang mempertemukan para kaligrafer terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi pertama diraih pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Nasional Pondok Pesantren DDI dalam rangka Milad Akbar DDI ke-85 pada Januari 2024. Tak berhenti di sana, ia kembali mengukuhkan namanya sebagai Runner-up Porseni DDI Cup II yang digelar di Polewali Mandar pada Desember 2024.

Deretan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, Bintang melanjutkan langkahnya sebagai mahasiswi Program Studi D4 Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Pilihan studinya dinilai sejalan dengan bakat seninya, sehingga membuka peluang lahirnya karya-karya yang memadukan kaligrafi Islam dengan desain fesyen modern.

Dengan bekal prestasi dan semangat berkarya yang terus menyala, Nur Bintang Qurahmi diharapkan mampu menembus panggung internasional sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, serta Indonesia melalui karya-karya seni Islami yang inovatif.

Keberhasilan Bintang juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para santri, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan kerja keras, disiplin, dan konsistensi, mimpi untuk membawa nama daerah hingga tingkat nasional bahkan dunia bukanlah sesuatu yang mustahil. (*)