News  

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman Bikin Haru di Unismuh, Bantu 34 Hafiz dan Tanggung Kos Mahasiswa Yatim Piatu

MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID — Kuliah umum Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Sabtu (12/9/2026), berlangsung penuh kejutan.

Agenda yang awalnya dipenuhi pesan motivasi, kisah perjuangan, dan gelak tawa itu mendadak berubah menjadi haru ketika Amran memberikan perhatian langsung kepada sejumlah mahasiswa yang memiliki latar belakang ekonomi sulit.

Momen tersebut terjadi dalam rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unismuh Makassar Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar.

Cari Hafiz 30 Juz

Menjelang akhir kuliah umumnya, Amran tiba-tiba meminta mahasiswa yang telah menghafal Al-Qur’an 30 juz untuk berdiri.

“Yang 30 juz, berdiri,” ujar Amran di hadapan mahasiswa baru.

Sejumlah mahasiswa kemudian mengangkat tangan dan maju ke depan. Amran meminta panitia menyeleksi serta menguji hafalan mereka secara langsung.

Sebanyak 34 mahasiswa, terdiri dari laki-laki dan perempuan, kemudian mendapat perhatian khusus dalam momen tersebut.

Tak disangka, Amran secara spontan mengumumkan bantuan senilai Rp150 juta bagi para hafiz yang telah berdiri.

“Bagi semua yang berdiri, Rp150 juta, itu dari saya. Bagi rata saja,” kata Amran.

Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian dari ribuan mahasiswa yang hadir.

Tak Berhenti pada Hafiz, Amran Cari Mahasiswa Kurang MampuKejutan belum berhenti.

Amran kemudian meminta panitia menunjukkan mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi, khususnya mereka yang telah kehilangan orang tua.

Beberapa mahasiswa dipanggil ke depan. Amran tidak sekadar menanyakan nama dan asal daerah, tetapi juga menggali kondisi keluarga, siapa yang membiayai kuliah, pekerjaan orang tua, hingga tempat tinggal mereka selama menempuh pendidikan.

Suasana semakin haru ketika seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Amran kemudian memberikan semangat secara langsung.

“Kamu jangan patah arang. Banyak bapakmu. Saya bapakmu, ini dosen bapakmu. Belajar baik,” tutur Amran.

Ia juga mengingatkan mahasiswa tersebut agar terus mendoakan kedua orang tuanya.

Biaya Kos Ditanggung Tiga Tahun

Perhatian Amran kemudian berlanjut pada persoalan tempat tinggal mahasiswa. Ia menanyakan biaya kos yang harus dikeluarkan mahasiswa tersebut selama menjalani perkuliahan.

Setelah mengetahui kebutuhannya, Amran menyatakan kesediaannya untuk menanggung biaya kos mahasiswa tersebut selama tiga tahun.

“Nanti kos-kosannya cari di sini, nanti bayarnya tiga tahun dari kantor saya,” ujar Amran.

Ia bahkan langsung meminta stafnya mencatat kontak mahasiswa dan membantu mencarikan tempat tinggal.

“Carikan kos-kosan ya. Carikan, lunasi tiga tahun,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sontak mengubah suasana kuliah umum menjadi lebih emosional. Pesan yang sebelumnya disampaikan Amran tentang kerja keras dan perjuangan seolah diwujudkan secara langsung melalui kepeduliannya terhadap mahasiswa.

Pernah Hidup Susah

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga kembali menceritakan pengalaman hidupnya ketika masih menjadi mahasiswa.

Ia mengaku pernah menjalani kehidupan sederhana dan menghadapi keterbatasan ekonomi. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pesan motivasinya kepada mahasiswa baru Unismuh.

Menurut Amran, mahasiswa tidak perlu malu hidup sederhana selama tetap memiliki semangat untuk belajar dan memperjuangkan masa depan.

“Orang yang mendapat tekanan itulah calon pendekar,” kata Amran.

Pesan itu ia sampaikan agar mahasiswa tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti mengejar pendidikan.

Mentan Berpesan Khusus Untuk Mahasiswa ; Jangan Lukai Hati Orang Tua

Di tengah suasana haru tersebut, Amran juga menitipkan pesan khusus kepada mahasiswa mengenai orang tua.

Ia meminta mahasiswa yang masih memiliki ibu agar menjaga perasaan dan tidak menyakiti hati orang tua.

“Salam sama Ibu. Jaga Ibu, perasaannya, jaga hatinya. Jangan lukai hatinya,” pesan Amran.

Ia bahkan meminta mahasiswa yang pernah mengecewakan orang tua agar berani pulang dan meminta maaf.

Bagi Amran, keberhasilan seorang mahasiswa bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter, sikap, serta bagaimana mereka menghormati orang tua.

Rektor Unismuh ; Amran Bukan Sekadar Motivator

Sebelumnya, Rektor Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU, menyebut Amran sebagai sosok yang tepat untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.

Menurut Rakhim, perjalanan hidup Amran merupakan contoh nyata bahwa kesuksesan dibangun melalui proses panjang.

“Beliau adalah motivator yang nyata, bukan hanya ulung, tetapi memang sekaligus menjadi contoh nyata dari sebuah kesuksesan perancangan masa lalu menuju masa depan,” ujar Rakhim.

Rektor Unismuh Tersebut menilai mahasiswa baru Unismuh saat ini berada pada fase penting untuk mulai merancang masa depan.

Kuliah umum tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi forum penyampaian motivasi. Di hadapan ribuan mahasiswa, Amran menunjukkan bahwa pesan tentang perjuangan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

Seorang hafiz mendapat penghargaan, mahasiswa yatim piatu mendapat dukungan moril, sementara mahasiswa yang menghadapi persoalan tempat tinggal memperoleh bantuan biaya kos selama tiga tahun.

Ta’aruf Unismuh 2026 pun meninggalkan pesan kuat: keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi, dan pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena persoalan ekonomi.