Mantan Legislator Takalar Soroti Pelayanan Lamban di PKM Mappakasunggu

Avatar of IAN
Mantan legislator Takalar 20260523 111303 0000 l Update Sulsel

TAKALAR, UPDATSULSEL.ID-Mantan anggota DPRD Kabupaten Takalar, Ahmad Jais menyoroti sejumlah kebijakan di lingkup Pemkab Takalar yang diduga lamban, salah satunya lambannya pelayanan di Pusat Kesahatan Masyarakat (PKM) Mappakasunggu.

Dalam unggahan sosial media facebooknya, Ahmad Jais mengatakan
pelayanan cepat yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Takalar hanya selogan diatas kertas sementara peraktek dilapangan jauh dari realita.

“Slogan Takalar cepat sangat lambat ternyata diterapkan di Puskesmas Mappakassunggu, saya datang untuk mengambil rujukan untuk istri saya datang jam 8 pagi tapi menunggu sekitar 2 jam belum juga keluar surat rujukannya karena buruknya jaringan sistem aplikasi,” kata Ahmad Jais dalam unggahan di facebooknya, Sabtu (23/5/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Takalar resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Takalar Cepat dalam kegiatan Leaders Talk yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (26/01/2026).

Peluncuran diwarnai dengan pembukaan tirai logo Takalar Cepat yang dilakukan langsung oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi Wakil Bupati Hengky Yasin dan Sekretaris Daerah Muhammad Hasbi, sebagai simbol awal implementasi program tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Takalar Cepat bukan sekadar slogan, melainkan identitas sekaligus misi bersama seluruh jajaran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Identitas kita ada pada misi kita, yang dirangkum dalam dua kata Takalar Cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kata Takalar merepresentasikan suara dan kebanggaan daerah yang diwujudkan melalui kerja nyata dan program pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat. Sedangkan Cepat mencerminkan cara kerja aparatur yang responsif, efisien, tepat sasaran, serta bebas dari penundaan.

“Cepat berarti bagaimana kita bekerja dengan sigap, responsif, efisien, dan tanpa menunda-nunda pelayanan. Inilah janji pelayanan pemerintah kepada masyarakat Takalar,” tegas Daeng Manye.

Dengan peluncuran program dan logo ini, Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan komitmen untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil, sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.(*)