Kinerja Mentan Amran Tuai Apresiasi, Ketum PP IPM Dorong Etos Kerja Jadi Teladan Nasional

JAKARTA, UPDATESULSEL.ID — Kinerja Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan positif dari Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM). Organisasi pelajar tersebut menilai kepemimpinan Amran menunjukkan orientasi pada kerja nyata dan hasil yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Umum PP IPM menilai keberhasilan seorang pemimpin tidak cukup diukur dari kebijakan yang dikeluarkan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat.

Dalam pandangan PP IPM, sektor pertanian menjadi salah satu bidang strategis yang menentukan masa depan bangsa. Ketahanan pangan dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas generasi muda Indonesia.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi muda. Ketika kebutuhan pangan masyarakat terjamin, generasi muda memiliki ruang yang lebih besar untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” demikian pandangan PP IPM sebagaimana dikutip dari pemberitaan yang beredar.

PP IPM juga menyoroti gaya kerja Mentan Amran yang dinilai mengedepankan kecepatan dalam mengambil keputusan, penyederhanaan birokrasi, serta turun langsung melihat kondisi di lapangan.

Menurut PP IPM, pola kerja tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda bahwa perubahan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi membutuhkan keberanian mengambil keputusan dan konsistensi dalam bekerja.

Apresiasi terhadap kinerja Mentan Amran juga dikaitkan dengan sejumlah hasil survei yang disebut dalam pemberitaan.

Pada 2025, Indikator Politik Indonesia disebut mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Amran sebesar 84,9 persen. Sementara pada 2026, IndexPolitica disebut merilis angka kepuasan kinerja yang mencapai 91 persen.

Meski demikian, angka-angka tersebut merupakan hasil survei lembaga tertentu dan perlu dilihat berdasarkan metodologi serta periode survei yang digunakan.

PP IPM menilai capaian tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa kerja di sektor pangan mendapat perhatian dari masyarakat.

Ketua Umum PP IPM juga mendorong agar budaya kerja yang berorientasi pada hasil dapat menjadi inspirasi bagi kementerian dan lembaga negara lainnya.

Bagi PP IPM, kepemimpinan yang berpihak pada kesejahteraan petani dan mendorong kemandirian pangan merupakan bagian penting dari upaya membangun Indonesia yang lebih kuat.

Sebagai organisasi pelajar, PP IPM menyatakan akan terus mendorong kader-kadernya untuk belajar dari berbagai praktik kepemimpinan yang dinilai solutif, produktif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Semangat kerja nyata, produktivitas, dan keberanian menghadirkan solusi harus menjadi bagian dari budaya generasi muda,” demikian pesan yang disampaikan Pria Kelahiran Bone Sulawesi Selatan Tersebut.

PP IPM berharap upaya memperkuat ketahanan pangan terus menjadi agenda bersama, sehingga Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membangun sistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.