News  

Kebutuhan Dasar Sulit Didapat, Jendral SKB XIII IMM FISIP Serukan Warga Tetap Sabar, Tenang dan Tertib

MAKASSAR,UPDATESULSEL.ID – Di tengah keresahan masyarakat akibat sulitnya memperoleh sejumlah kebutuhan dasar seperti bahan bakar minyak (BBM), gas elpiji, dan air, Jendral SKB Jilid XIII PIKOM IMM FISIP, Muh Khaidir Ishak Putra, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, sabar, dan menjaga ketertiban.

Khaidir memahami bahwa keterbatasan kebutuhan dasar dan antrean panjang yang terjadi di tengah masyarakat dapat menimbulkan keresahan, kekhawatiran, bahkan kekecewaan.

Namun, menurutnya, situasi sulit tersebut jangan sampai mendorong masyarakat melakukan tindakan yang justru memperburuk keadaan.

“Mari tetap sabar, tenang dan tertib. Jangan sampai keresahan berubah menjadi kepanikan, saling berebut, melakukan penimbunan, ataupun tindakan yang dapat memicu kericuhan,” ujar Khaidir.

Ia menilai persoalan kebutuhan dasar tidak akan terselesaikan melalui pertikaian ataupun tindakan anarkis. Sebaliknya, kericuhan hanya akan menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Karena itu, masyarakat diimbau membeli kebutuhan secukupnya dan sesuai kebutuhan, serta menghindari panic buying yang berpotensi membuat ketersediaan barang semakin terbatas.

“Jika terjadi antrean, mari kita ikuti aturan dan menghormati hak orang lain. Berikan kesempatan kepada masyarakat lainnya untuk memperoleh kebutuhan yang sama,” katanya.

Khaidir menegaskan bahwa menjaga ketenangan bukan berarti masyarakat harus diam terhadap persoalan yang terjadi.

Menurutnya, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan keluhan, kritik, dan aspirasi kepada pemerintah. Namun, penyampaian aspirasi tersebut harus dilakukan secara tertib, konstruktif, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia juga mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kebutuhan dasar yang dirasakan masyarakat.

“Pemerintah diharapkan segera memberikan solusi nyata, memastikan distribusi berjalan dengan baik, serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak terjebak dalam kepanikan.

Lebih jauh, Khaidir mengajak masyarakat untuk mengedepankan solidaritas di tengah kondisi yang tidak mudah.

Menurutnya, ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan, hal yang paling dibutuhkan adalah kepedulian dan sikap saling membantu.

“Saat kondisi sedang sulit, yang paling kita butuhkan adalah saling menjaga, bukan saling menyalahkan; saling membantu, bukan saling merugikan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Sulawesi Selatan dapat menghadapi situasi tersebut dengan kepala dingin dan tidak menjadikan persoalan kebutuhan dasar sebagai pemicu perpecahan.

“Bersabar bukan berarti menyerah. Tertib bukan berarti tidak peduli. Menjaga keamanan dan ketenangan adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama,” tuturnya.

Khaidir pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif sembari terus mendorong pemerintah menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar secara cepat dan tepat.

“Semoga persoalan ini segera mendapatkan solusi terbaik dan kebutuhan dasar masyarakat kembali tersedia secara normal, cukup, terjangkau, dan adil,” pungkasnya.