News  

Dosen Senior Ilmu Pemerintahan Unismuh Tembus Peneliti Postdoctoral di Malaysia, Angkat Isu Krisis Energi AI

MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID— Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh). Dr. Andi Luhur Prianto, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Makassar sekaligus dosen senior Program Studi Ilmu Pemerintahan, mendapat kesempatan sebagai Postdoctoral Researcher di Kuala Lumpur University of Science and Technology (KLUST), Malaysia.

Capaian tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi sivitas akademika Unismuh Makassar, mengingat kiprah Andi Luhur Prianto tidak hanya dalam bidang akademik dan penelitian, tetapi juga dalam kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi.

Sebelum menjabat sebagai Dekan FISIP Unismuh Makassar, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik dan pengabdiannya dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang ilmu pemerintahan.

Informasi mengenai capaian akademik tersebut disampaikan melalui poster ucapan selamat dan sukses dari Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unismuh Makassar.

Angkat Isu Tata Kelola Data dan Krisis Energi AI

Dalam kegiatan penelitian pascadoktoralnya di Malaysia, Andi Luhur Prianto mengangkat penelitian berjudul “Counting the Cost of Digital Resources: The Dynamics of Data Center Governance and The AI Energy Crisis in the Global South.”

Penelitian ini berfokus pada dinamika tata kelola pusat data (data center governance) dan krisis energi yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya di negara-negara Global South.

Topik tersebut menjadi relevan di tengah pesatnya transformasi digital yang mendorong pemanfaatan AI dalam berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, industri, hingga pelayanan publik.

Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi, kebutuhan energi untuk mendukung operasional pusat data turut menghadirkan tantangan baru. Karena itu, tata kelola digital membutuhkan perhatian terhadap aspek kebijakan, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan.

Perspektif ilmu pemerintahan menjadi penting dalam memahami bagaimana pemerintah dan pemangku kepentingan merumuskan kebijakan yang mampu mengimbangi perkembangan teknologi dengan kepentingan publik.

Dari Ketua Prodi hingga Dekan FISIP Unismuh

Sebagai dosen senior Program Studi Ilmu Pemerintahan, Andi Luhur Prianto memiliki perjalanan akademik yang berkaitan erat dengan pengembangan keilmuan pemerintahan di Unismuh Makassar.

Pengalamannya sebagai mantan Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan dan kini menjabat sebagai Dekan FISIP menjadi bagian dari kiprahnya dalam lingkungan akademik dan kelembagaan kampus.

Kesempatan menjadi peneliti pascadoktoral di Malaysia juga membuka ruang bagi pengembangan wawasan dan jejaring penelitian internasional. Hal ini sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk terus memperkuat kualitas riset dan menghasilkan kajian yang relevan dengan persoalan masyarakat.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, keterlibatan akademisi dalam penelitian lintas negara diharapkan dapat memperkaya perspektif keilmuan serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan pengetahuan.

Jadi Inspirasi bagi Mahasiswa Ilmu Pemerintahan

Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, khususnya di lingkungan FISIP Unismuh Makassar, untuk terus mengembangkan kapasitas akademik, memperluas wawasan, dan berani mengambil bagian dalam penelitian yang menjawab persoalan global.

Penelitian mengenai tata kelola pusat data dan krisis energi AI juga menunjukkan bahwa ilmu pemerintahan memiliki ruang kajian yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan birokrasi dan politik, ilmu pemerintahan turut berperan dalam membaca tantangan tata kelola teknologi, kebijakan digital, dan keberlanjutan.

Dengan kiprah akademik tersebut, Andi Luhur Prianto diharapkan terus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pemerintahan serta penguatan budaya riset di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *