Diduga Langsir Solar Subsidi dari Bulukumba ke Makassar, PT Ronald Jaya Energi Disorot Aktivis HMI

Avatar of I A N
IMG 20260314 WA0026

BULUKUMBA, UPDATESULSEL.ID– Dugaan praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali mencuat di Sulawesi Selatan.

Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi petani di Kabupaten Bulukumba diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu dan didistribusikan ke Kota Makassar.

Informasi yang beredar menyebutkan, puluhan ton solar subsidi setiap hari diangkut menggunakan mobil tangki dengan kapasitas sekitar 10 ton.

BBM tersebut diduga dibawa dari Bulukumba menuju Makassar melalui sejumlah wilayah kabupaten di Sulsel.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisariat HMI Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Syarif, mendesak aparat kepolisian agar segera menindak tegas pihak yang diduga terlibat dalam praktik mafia BBM tersebut.

“Kami meminta Kapolda Sulsel segera memerintahkan jajarannya untuk mengusut dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam dugaan pelangsiran BBM bersubsidi ini,” ujar Syarif dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, kendaraan pengangkut solar subsidi milik PT Ronald Jaya Energi diduga bebas melintas dari Bulukumba hingga Makassar tanpa hambatan. Rute perjalanan kendaraan tersebut disebut melewati beberapa daerah, seperti Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Takalar, hingga Gowa.

Ia juga menduga adanya pihak yang melindungi aktivitas tersebut sehingga distribusi BBM subsidi bisa berjalan lancar meskipun melintasi sejumlah wilayah.

“Jika tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, kami siap turun ke jalan untuk melakukan aksi besar-besaran dan meminta perhatian dari pimpinan Polri,” tegasnya.

Di sisi lain, seorang sopir mobil tangki milik PT Ronald Jaya Energi bernama Muhammad Abner yang mengemudikan kendaraan bernomor polisi DD 8120 WZ mengakui bahwa dirinya mengangkut solar dari wilayah Bulukumba.

Ia menjelaskan bahwa BBM tersebut diambil dari para pelangsir di daerah Tana Beru, Kecamatan Bulukumpa, kemudian dibawa menuju wilayah Parangloe di Makassar.

“Saya ambil dari pelangsir di Tana Beru, Bulukumpa, lalu dibawa ke Parangloe,” ungkapnya saat ditemui di Takalar, Jumat (13/3/2026) malam.

Namun demikian, Abner mengaku baru pertama kali mendapatkan tugas tersebut dari perusahaan. Ia juga menyebutkan bahwa kendaraan serupa milik perusahaan tersebut cukup banyak beroperasi.

Kasus dugaan pelangsiran BBM subsidi ini kini menjadi perhatian publik. Aktivis berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar terjadi penyalahgunaan distribusi BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, khususnya petani.(*)