Dari Berbagai Tudingan Tanpa Bukti, Pakar Komunikasi UNHAS Nilai Husniah Talenrang Unggul dalam Diksi

Avatar of Admin UPDATESULSEL.ID
UPDATESULSEL.ID TERKINI 20260814 090807 0000 l Update Sulsel

MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mendapat sorotan positif usai tampil dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (12/8/2026).

Dalam rapat yang mengagendakan penetapan pendapat DPRD atas hasil tindak lanjut Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket tersebut, Husniah dinilai mampu menunjukkan ketenangan dan ketegasan di tengah dinamika rapat yang diwarnai sejumlah interupsi anggota DPRD.

Pasang Iklan Update Sulsel

Pakar Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah, MA, bahkan menyandingkan Husniah dengan salah satu tokoh perempuan Sulawesi Selatan yang dikenal memiliki ketangguhan dalam dunia politik, Marwah Daud Ibrahim.

“Saya sedang tidak berada di Makassar. Melalui media sosial YouTube, saya menonton bagaimana Bupati Gowa tampil dengan elegan di tengah hujan interupsi anggota DPRD,” ujar Hasrullah.

Menurutnya, posisi Husniah dalam forum tersebut tidak mudah. Sebagai seorang kepala daerah perempuan, ia harus menghadapi berbagai tudingan yang muncul dalam proses hak angket DPRD.

“Bayangkan, dia hanya seorang perempuan di atas podium, digempur dengan segala tudingan. Sampai pada akhirnya Pansus Hak Angket tidak dapat membuktikan salah satunya, soal dugaan perselingkuhan misalnya,” tuturnya.

Hasrullah menilai, ketenangan Husniah dalam menyampaikan argumentasi menunjukkan kematangan dalam menghadapi tekanan politik.

“Bupati Gowa ini mengingatkan saya dengan sosok tokoh perempuan hebat lainnya asal Sulsel, Marwah Daud. Ada yang membedakan keduanya soal pendidikan. Marwah itu jebolan Amerika, sedangkan Husniah menyelesaikan pendidikannya di Makassar,” katanya.

Ia juga menyinggung latar belakang Husniah yang menurutnya menunjukkan bahwa perjalanan seseorang menuju panggung politik tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang pendidikan formal.

“Tetapi saya melihat di panggung besar politik yang namanya Pansus Hak Angket, dia mampu menghadapi mayoritas anggota DPRD yang setuju untuk dilakukan pemakzulan terhadap dirinya,” ungkap Hasrullah.

Bahkan, Hasrullah menilai pidato Husniah memiliki kekuatan retorika yang mampu memengaruhi suasana forum.

“Ia dalam pidatonya berhasil mengiris otak kiri dan kanan anggota DPRD Gowa. Kita lihat saja gestur para wakil rakyat usai bupati berpidato, mereka menyalaminya sambil menunduk,” ujarnya.

Menurut Hasrullah, pilihan diksi yang digunakan Husniah menunjukkan kematangan komunikasi politik dalam menghadapi situasi yang berpotensi menjatuhkan wibawanya sebagai seorang pemimpin.

“Jawaban dan diksi menunjukkan Husniah matang menghadapi tantangan yang menjatuhkan wibawanya sebagai pemimpin perempuan,” beber pengajar Universitas Hasanuddin tersebut.

Ia menyebut narasi yang disampaikan Husniah memiliki daya tekan kuat di hadapan publik.

“Diksi yang disampaikan bagaikan peluru panas bagi anggota pansus bahwa kelihatan marwahnya makin matang menghadapi eksploitasi diksi yang dianggap telah melakukan kesalahan,” lanjutnya.

Hasrullah menilai, kemampuan Husniah mengendalikan komunikasi di tengah tekanan menjadi salah satu faktor yang membuat penampilannya dalam rapat paripurna tersebut mendapat perhatian publik.

“Pesan peluru panas yang digunakan bagaikan narasi segar di depan publik. Tak terkecuali para anggota pansus,” katanya.

Ia pun menilai suasana forum berubah setelah Husniah menyampaikan pandangannya.

“Tak kalah genting, para anggota terdiam seribu bahasa terhadap narasi yang disampaikan, seperti yang saya lihat di video yang beredar di media sosial. Dan pemenangnya dalam diksi adalah Husniah Talenrang,” pungkas Hasrullah.