Buka Peluang Kuliah Gratis, LLDIKTI IX Gandeng Unismuh Makassar Sosialisasikan KIP Kuliah 2026

Avatar of Admin UPDATESULSEL.ID
Unismuh Makassar 20260627 140623 0000 l Update Sulsel

MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Sosialisasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 di Aula Teater I-GIFT Unismuh Makassar, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon mahasiswa terkait mekanisme, persyaratan, hingga kebijakan terbaru program bantuan pendidikan dari pemerintah.

Sosialisasi menghadirkan Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik PPAPT Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Dr. Muni Ika, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr. Ihyani Malik. Kegiatan juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh peserta dari berbagai daerah.

Mewakili Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ihyani Malik mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap program KIP Kuliah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga.

“Semua lulusan SMA tentu ingin melanjutkan kuliah, namun persoalan biaya masih menjadi hambatan utama. Karena itu, harapan masyarakat terhadap KIP Kuliah sangat besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Unismuh Makassar saat ini memiliki hampir 15 ribu mahasiswa dengan sekitar dua ribu di antaranya merupakan penerima KIP Kuliah. Namun, kuota penerima mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, jumlah penerima KIP Kuliah di Unismuh mencapai sekitar 1.400 mahasiswa. Sementara pada tahun berikutnya kuotanya turun menjadi sekitar 200 mahasiswa.

Karena itu, Unismuh berharap pemerintah dapat menambah alokasi KIP Kuliah bagi perguruan tinggi swasta agar semakin banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

Selain mengandalkan program pemerintah, Unismuh juga menyiapkan bantuan internal berupa potongan biaya kuliah sebesar 12 persen, 25 persen hingga 50 persen berdasarkan hasil asesmen kondisi ekonomi mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik PPAPT Kemendiktisaintek, Dr. Muni Ika, menegaskan bahwa KIP Kuliah diprioritaskan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

Ia menjelaskan, pada 2026 pemerintah memprioritaskan calon penerima yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya mereka yang sebelumnya menerima Program Indonesia Pintar (PIP) saat di jenjang SMA, SMK atau MA.

Meski demikian, kata Muni, penetapan penerima tetap disesuaikan dengan kuota yang tersedia di masing-masing perguruan tinggi.

“Pemerintah terus mengupayakan penambahan kuota KIP Kuliah secara nasional menjadi sekitar 200 ribu penerima dengan dukungan anggaran sekitar Rp15,7 triliun,” katanya.

Selain KIP Kuliah, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah skema bantuan lain, seperti bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa semester akhir, bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang belum memenuhi syarat KIP Kuliah, hingga berbagai program beasiswa lainnya seperti ADik, LPDP, Beasiswa Unggulan, beasiswa pemerintah daerah dan beasiswa dari perguruan tinggi.

Muni mengingatkan bahwa jumlah pendaftar KIP Kuliah setiap tahun mencapai sekitar satu juta orang, sementara kuota nasional hanya sekitar 200 ribu penerima. Karena itu, calon mahasiswa diminta tidak hanya bergantung pada satu program bantuan.

“Jangan pernah mengubur mimpi untuk kuliah. Banyak peluang beasiswa yang bisa dimanfaatkan. Yang terpenting adalah terus berusaha dan mempersiapkan diri,” pesannya.

Melalui sosialisasi ini, Unismuh Makassar berharap calon mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme KIP Kuliah sekaligus mengenal berbagai alternatif pembiayaan pendidikan tinggi yang tersedia. Kampus juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai mitra strategis.