Hukum, News  

Bom Ikan Kembali Mengguncang Perairan Tanakeke, Warga Soroti Lemahnya Penegakan Hukum

IMG 20260225 WA0019

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Praktik penangkapan ikan dengan bahan peledak (Bom Ikan) kembali mencuat di perairan sekitar Pulau Bauluang, Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar. Aktivitas ilegal tersebut diduga kembali marak akibat lemahnya penegakan hukum terhadap kasus serupa sebelumnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi bom ikan terjadi dalam beberapa hari terakhir. Seorang sumber warga mengaku menyaksikan langsung dugaan aktivitas tersebut dan mengirimkan dokumentasi melalui pesan singkat pada Minggu (22/2/2026).

“Sudah mulai lagi pak, ada yang membom di sekitar Pulau Bauluang,” ungkapnya.

Pulau Bauluang yang berada di wilayah Kepulauan Tanakeke selama ini dikenal sebagai kawasan perairan yang kaya akan terumbu karang dan sumber daya ikan. Namun, penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan mengancam kelestarian ekosistem laut yang menjadi tumpuan hidup masyarakat pesisir.

Warga menduga sejumlah pelaku merupakan orang yang sebelumnya pernah diperiksa aparat kepolisian terkait kasus serupa. Namun, proses hukum yang dinilai tidak transparan dan belum tuntas diduga membuat para pelaku tidak jera.

“Sudah sering dilaporkan, tapi tidak ada tindakan tegas. Akhirnya mereka berani ulangi lagi,” ujar seorang nelayan setempat.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada cara tangkap ramah lingkungan seperti jaring dan pancing.

Bom ikan tidak hanya membunuh ikan target, tetapi juga menghancurkan terumbu karang, membinasakan anakan ikan, serta merusak rantai makanan di laut. Dampaknya bersifat jangka panjang dan dapat menurunkan produktivitas perairan secara drastis.

Kerusakan terumbu karang berarti hilangnya habitat alami berbagai biota laut. Jika dibiarkan, kawasan perairan Tanakeke berpotensi mengalami degradasi serius yang memukul ekonomi masyarakat pesisir.

Para nelayan mengaku hasil tangkapan mereka terus menurun dalam beberapa waktu terakhir. Area tangkap yang sebelumnya produktif kini semakin sempit akibat kerusakan ekosistem.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Takalar belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus bom ikan yang sebelumnya sempat viral.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan agar praktik merusak ini tidak terus berulang. Penegakan hukum yang konsisten dinilai menjadi kunci untuk melindungi ekosistem laut sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian nelayan tradisional di Kepulauan Tanakeke.(*)