TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) melalui peluncuran Gerakan ASSAMATURU Bebas TBC, sebuah inovasi daerah yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Takalar bebas TBC pada tahun 2030.
Program tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Takalar dalam mendukung target eliminasi TBC nasional. Melalui gerakan ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, hingga edukasi kepada masyarakat.
Dalam arahannya, pemerintah daerah menegaskan bahwa evaluasi pelaksanaan program akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan guna mengukur efektivitas Gerakan ASSAMATURU Bebas TBC di lapangan.
“Komitmen kita jelas, prevalensi TBC harus turun dan target 50 persen pada tahun 2030 harus tercapai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, menjelaskan bahwa ASSAMATURU merupakan filosofi lokal yang berarti bekerja sama dan bergerak bersama dalam menuntaskan permasalahan TBC di Kabupaten Takalar.
Menurutnya, keberhasilan program eliminasi TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
“Melalui ASSAMATURU Bebas TBC, kami mengajak seluruh stakeholder heptahelix untuk bergerak bersama. Mulai dari pemerintah, sektor swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, hingga masyarakat luas harus mengambil peran dalam upaya ini,” ujar dr. Nilal.
Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat dan gerakan yang terstruktur hingga tingkat desa menjadi kunci utama dalam mempercepat penurunan angka kasus TBC di Takalar.
Dengan sinergi seluruh pihak dan penguatan edukasi kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis target Takalar Bebas TBC 2030 dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Gerakan ASSAMATURU Bebas TBC diharapkan menjadi model kolaborasi daerah yang efektif dalam mendukung program kesehatan nasional dan mempercepat eliminasi TBC di Sulawesi Selatan.
(*)







