MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Dua kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) telah digelar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk menyampaikan berbagai persoalan kampus, namun mahasiswa menilai belum ada respons dan tindak lanjut yang memadai dari pimpinan universitas. Kondisi tersebut memicu sorotan terhadap sikap pimpinan kampus dalam merespons aspirasi mahasiswa.
Aspirasi yang disampaikan mahasiswa mencakup persoalan kebijakan kampus, dugaan penyalahgunaan kewenangan akademik oleh oknum dosen, hingga kondisi sarana dan prasarana di sejumlah fakultas yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.
Dalam persoalan akademik, mahasiswa menyoroti dugaan adanya oknum dosen yang memperjualbelikan buku dengan mengaitkannya dengan nilai akademik. Mahasiswa juga menyebut adanya dugaan ancaman terhadap mahasiswa yang tidak membeli buku tersebut. Dugaan ini perlu ditelusuri secara objektif oleh pihak kampus dan tidak dapat dianggap sebagai fakta yang terbukti tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Mahasiswa meminta pimpinan UIN Alauddin Makassar memberikan perhatian serius terhadap dugaan tersebut serta melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan akademik.
Selain persoalan akademik, mahasiswa turut menyoroti kondisi fasilitas sarana dan prasarana di lingkungan fakultas. Mereka menilai masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki agar lingkungan kampus dapat menunjang proses belajar dan kegiatan akademik mahasiswa.
Bagi mahasiswa, RDP seharusnya tidak berhenti sebagai ruang penyampaian aspirasi. Mereka menginginkan adanya tindak lanjut yang jelas, transparansi mengenai proses penanganan persoalan, serta komunikasi terbuka antara pimpinan kampus dan mahasiswa.
“Dua kali RDP telah kami lakukan, tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan. Kami berharap pimpinan kampus tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga memberikan respons dan langkah konkret,” ujar salah seorang mahasiswa.
Mahasiswa berharap pimpinan UIN Alauddin Makassar menjadikan berbagai aspirasi tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola kampus, pelayanan akademik, serta kualitas sarana dan prasarana bagi seluruh mahasiswa.







