Lewat Leader Talk, Pemkab Takalar Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik

IMG 20260126 WA0061

TAKALAR, UPDATE SULSEL.ID – Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menegaskan keseriusannya dalam meningkatkan daya saing daerah melalui penguatan kinerja aparatur dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Leader Talk yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (26/1/2026).

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menekankan bahwa kualitas pelayanan pemerintah merupakan faktor kunci dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Menurutnya, keunggulan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan publik yang responsif dan profesional harus menjadi budaya kerja seluruh perangkat daerah. Dari situlah kepercayaan publik dan daya saing Takalar akan tumbuh,” tegas Daeng Manye di hadapan peserta Leader Talk.

Ia juga menilai forum Leader Talk memiliki peran strategis, bukan sekadar ruang diskusi formal, tetapi sebagai wadah untuk menyatukan persepsi antarperangkat daerah, memperkuat kolaborasi lintas OPD, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik.

Bupati berharap para pimpinan perangkat daerah mampu menghadirkan pelayanan yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada hasil nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

“Forum ini harus melahirkan langkah-langkah konkret untuk peningkatan mutu layanan. Dengan begitu, Takalar akan semakin kompetitif dan siap bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye yang juga merupakan mantan Direktur PT Telkom Property Indonesia turut menekankan pentingnya peran pimpinan OPD sebagai role model. Ia mengingatkan agar pimpinan tidak hanya memiliki kesadaran (awareness) terhadap pentingnya data, tetapi juga mampu membangun komunikasi aktif, pelayanan terintegrasi, serta budaya berbagi data secara terbuka.

Menurutnya, perubahan paradigma di era transformasi digital menuntut pemerintah daerah untuk mengelola dan memanfaatkan data secara optimal sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Pemanfaatan data menjadi kunci utama untuk menghadirkan layanan publik yang efektif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Takalar,” pungkasnya.(Suk)