GOWA, UPDATESULSEL.ID — Komite Mahasiswa Penggiat Konstitusi Sulawesi Selatan (KOMPAK) menggelar aksi unjuk rasa di Polresta Gowa, Jumat (25/9/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Gowa.
Dalam aksinya, KOMPAK secara khusus menyoroti SPBU 74.921.18. Mereka mempertanyakan dugaan pembelian BBM menggunakan jeriken atau wadah nonstandar, serta meminta aparat menelusuri mekanisme penyaluran dan penggunaan QR Code/barcode dalam transaksi BBM bersubsidi.
Ketua Umum KOMPAK, Alfadri, mendesak jajaran Polresta Gowa, khususnya Unit Tipidter, segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan pengelolaan SPBU tersebut.
“Kami meminta aparat tidak berhenti pada pemeriksaan di lapangan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, seluruh pihak yang memiliki keterkaitan harus diperiksa dan diproses sesuai ketentuan hukum,” tegas Alfadri.
KOMPAK juga mendesak Pertamina dan BPH Migas melakukan audit terhadap transaksi serta distribusi BBM bersubsidi di SPBU 74.921.18 guna memastikan penyalurannya tepat sasaran.
Mereka menegaskan bahwa dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi. KOMPAK menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan meminta penegakan hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih.







