Operasi SAR Hari Keempat di Bulusaraung, Dua Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi

IMG 20260121 WA0012

PANGKEP, UPDATE SULSEL. ID— Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500/PK-THT memasuki hari keempat dengan hasil signifikan. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua kantong jenazah dari medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung, Selasa (20/1/2025).

Posko utama operasi yang berlokasi di Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sejak pagi hari menjadi pusat koordinasi lintas instansi. Kegiatan pemantauan dan pengendalian operasi berlangsung sejak pukul 06.00 WITA hingga 21.00 WITA.

Sejumlah pejabat TNI, Polri, dan unsur sipil hadir langsung di posko, di antaranya Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Asren Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Adi K, Asintel Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Asyraf Aziz, Dandim 1421/Pangkep Letkol Czi Bhakti Yuhandika, serta Kapolres Pangkep AKBP Muh. Husni Ramli. Hadir pula perwakilan Basarnas Makassar dan para komandan satuan pendukung lainnya.

Ratusan Personel Dikerahkan
Operasi hari keempat melibatkan ratusan personel yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan, terdiri dari unsur TNI AU, TNI AD, Polri, Basarnas, BPBD, relawan SAR, Mapala, hingga masyarakat lokal. Tim dibagi ke sejumlah sektor, termasuk tim vertical rescue, tim terapan darat, tim ekor, serta dukungan SAR udara.

Selain pencarian korban, fokus operasi juga mencakup pelacakan badan pesawat, ekor, mesin, dan evakuasi kantong jenazah di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Evakuasi Dramatis dari Tebing Curam
Sekitar pukul 11.50 WITA, Tim Pasopati Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU melaporkan keberhasilan proses turun tebing untuk mengevakuasi kantong jenazah korban kedua dari dasar jurang sedalam kurang lebih 200 meter. Proses ini dilakukan dengan teknik vertical rescue di medan yang sangat terjal dan berisiko tinggi.

Pada siang hari, seluruh unsur SAR bersama masyarakat setempat juga menggelar doa dan zikir bersama, memohon kelancaran serta keselamatan seluruh personel dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Kantong jenazah pertama, berjenis kelamin laki-laki, sebelumnya telah dievakuasi dan dalam perjalanan menuju Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Sementara itu, korban kedua yang berjenis kelamin perempuan berhasil ditarik ke puncak Gunung Bulusaraung pada sore hari sebelum akhirnya dibawa turun menuju Posko Tompo Bulu.

Dibawa ke RS Bhayangkara Makassar
Sekitar pukul 20.05 WITA, kantong jenazah korban kedua tiba di gerbang jalur pendakian Gunung Bulusaraung. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Posko Disaster Victim Identification (DVI), sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Operasi SAR hari keempat secara resmi ditutup pada pukul 21.00 WITA. Hingga hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi dua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.

Pencarian akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan, mengingat kondisi geografis Bulusaraung yang ekstrem serta cuaca yang menjadi tantangan utama operasi.(Wen/*).