GOWA, UPDATE SULSEL — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mencatat capaian positif di bidang akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Sepanjang tahun akademik 2025–2026, kampus biru tersebut mengelola pendanaan penelitian dan pengabdian yang nilainya menembus Rp10,3 miliar.
Capaian itu dipaparkan Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., dalam evaluasi Bidang Akademik dan Kerja Sama pada Rapat Kerja (Raker) Unismuh Tahun Akademik 2026–2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa (25/8/2026).
Dari total tersebut, sebanyak 161 penelitian mendapatkan pendanaan sekitar Rp8,7 miliar, sementara 61 kegiatan pengabdian kepada masyarakat memperoleh dukungan sekitar Rp1,6 miliar.
“Ini akan saya laporkan tugas saya selaku Wakil Rektor yang tentu didukung penuh oleh Bapak dan Ibu semua, terkhusus lembaga yang berkoordinasi dengan bidang akademik dan kerja sama,” ujar Prof Andis.
1.109 Publikasi Jurnal, 687 Buku
1.109 Publikasi Jurnal dan 687 Buku
Tak hanya dari sisi pendanaan, produktivitas akademik Unismuh juga menunjukkan perkembangan signifikan.
Sepanjang 2025–2026, tercatat 1.109 publikasi jurnal dan 687 publikasi buku dihasilkan dalam ekosistem akademik Unismuh Makassar.
Namun, capaian tersebut juga dibarengi catatan evaluasi. Jumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) mengalami penurunan dari 372 pada tahun akademik 2024–2025 menjadi 231 pada 2025–2026.
Kondisi itu menjadi perhatian Unismuh untuk meningkatkan perlindungan terhadap karya dan inovasi akademik.
“Memang kita harus fokus. Penguatan kita adalah publikasi bereputasi, pengayaan buku, perlindungan kekayaan intelektual, dan kolaborasi kita dengan dunia usaha dan dunia industri,” kata Prof Andis.
520 Dosen Ikuti PEKERTI
Penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari agenda akademik Unismuh.Hingga 2025–2026, program Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) telah menjangkau sekitar 520 dosen dari berbagai daerah di Indonesia.
Unismuh bahkan telah memperoleh rekomendasi sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara PEKERTI/Applied Approach (AA).
Program tersebut dinilai penting dalam mendukung peningkatan kompetensi dosen, termasuk pengembangan karier akademik.
RPL Jangkau 1.435 Peserta
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga menjadi salah satu capaian yang menonjol.
Pelaksanaan RPL yang mendapat pembiayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah berlangsung dalam tiga gelombang dengan total 1.435 peserta.
Program tersebut terutama menyasar bidang PGSD dan PG-PAUD. Unismuh juga membuka peluang memperluas program RPL melalui kerja sama dengan pemerintah daerah maupun peserta mandiri sesuai regulasi yang berlaku.
Perkuat Jejak Internasional
Di tengah transformasi menuju teaching university, Unismuh juga terus memperkuat jejaring internasional.Saat ini tercatat 46 mahasiswa internasional full-time dan 165 mahasiswa part-time. Kerja sama akademik juga telah berjalan dengan sejumlah negara, di antaranya Malaysia, China, Korea, Sudan, Pakistan, Ghana, Thailand, dan Mesir.
Prof Andis menegaskan, kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen.
“Fokus penguatan kita adalah mobilitas internasional, kolaborasi global, implementasi kerja sama, dan penguatan reputasi internasional,” tegasnya.
Berbagai capaian tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dalam Raker Unismuh untuk menentukan program prioritas tahun akademik 2026–2027.
Dengan penguatan riset, publikasi, pengabdian, kompetensi dosen, RPL, serta kolaborasi internasional, Unismuh Makassar terus mendorong transformasi sebagai teaching university yang berdampak, berkelanjutan, dan memiliki reputasi global








