Lompatan Prestasi Unismuh Makassar, 34 Prodi Terakreditasi Unggul dan Publikasi Scopus Capai 193

Avatar of Admin UPDATESULSEL.ID
UPDATESULSEL.ID TERKINI 20260826 115738 0000 l Update Sulsel

GOWA, UPDATESULSEL.ID— Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memacu peningkatan mutu pendidikan dan daya saing perguruan tinggi. Memasuki tahun akademik 2026–2027, sebanyak 34 dari 75 program studi (prodi) di Unismuh telah meraih Akreditasi Unggul.

Capaian tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, S.Sos., M.Si., dalam evaluasi Bidang Sistem Informasi, Penjaminan Mutu, Perencanaan, dan Daya Saing pada Rapat Kerja (Raker) Unismuh Tahun Akademik 2026–2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa (25/8/2026).

Pasang Iklan Update Sulsel

Jumlah tersebut setara dengan 45,33 persen dari total prodi yang dimiliki Unismuh. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan enam tahun sebelumnya.

Pada 2020, Unismuh tercatat memiliki 48 prodi dan belum ada yang menyandang status Unggul. Kini, jumlah prodi meningkat menjadi 75, dengan 34 prodi berstatus Unggul, sembilan Baik Sekali, 14 Baik, dua berstatus A, dua B, serta 14 prodi berstatus minimum yang mayoritas merupakan prodi baru.

Burhanuddin menyebut capaian tersebut menjadi modal penting bagi Unismuh dalam menghadapi proses akreditasi institusi ke depan.

“Kalau kita lihat dari syarat akreditasi Unggul untuk persiapan 2028, insyaallah umumnya sudah memenuhi syarat,” ujar Burhanuddin.

Meski demikian, Unismuh tidak ingin berpuas diri. Kampus Biru tersebut menargetkan jumlah prodi berstatus Unggul dapat mencapai 50 persen pada Desember 2026.

Bidik Daya Saing Global

Selain akreditasi, Unismuh juga terus memperkuat reputasi dan daya saing di tingkat internasional.Dalam pemaparan Warek IV, Unismuh berada pada kelompok 1201–1300 Asia dalam QS Asia University Rankings 2026, peringkat 185 Asia Tenggara, dan peringkat 58 Indonesia.

Sementara dalam THE Impact Rankings 2026, Unismuh berada pada kelompok 801–1000 dunia.

Unismuh juga telah masuk sebagai reporter pada THE World University Rankings dan THE Asia University Rankings. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses menuju pemeringkatan numerik.

Burhanuddin menegaskan bahwa pemeringkatan internasional bukan sekadar mengejar peringkat, tetapi menjadi salah satu instrumen untuk mengukur daya saing dan kualitas institusi.

Publikasi Scopus Terus Meningkat

Kinerja akademik Unismuh juga terlihat dari pertumbuhan publikasi yang terindeks Scopus.Pada 2018, publikasi Scopus Unismuh tercatat sembilan dokumen. Angka tersebut meningkat menjadi 52 pada 2019 dan 2020, kemudian 78 pada 2021.

Setelah sempat turun menjadi 48 pada 2022, jumlah publikasi kembali meningkat menjadi 88 pada 2023, 153 pada 2024, dan 193 publikasi pada 2025.

Hingga 24 Agustus 2026, tercatat 127 publikasi dan Unismuh menargetkan 200 publikasi Scopus hingga Desember 2026.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memberikan dukungan terhadap biaya publikasi atau Article Processing Charge (APC) bagi dosen yang menerbitkan artikel pada jurnal internasional bereputasi.

“Setiap dosen yang memiliki publikasi pada jurnal internasional bereputasi, pembayaran APC-nya dibayar oleh Unismuh Makassar,” jelasnya.

19 Aplikasi Dukung Tranformasi Digital

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola kampus.

Sepanjang 2024 hingga 2026, Unismuh telah mengembangkan 19 aplikasi terintegrasi, terdiri dari lima aplikasi pada 2024, enam pada 2025, dan delapan aplikasi pada 2026.

Aplikasi tersebut mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari pelayanan surat, akademik, wisuda, prestasi mahasiswa, beasiswa, pemantauan capaian mahasiswa, IKU perguruan tinggi, penjaminan mutu, kepegawaian, keuangan hingga Surat Keterangan Pendamping Ijazah.

Integrasi layanan tersebut terus diarahkan melalui sistem Single Sign-On (SSO) agar akses terhadap berbagai aplikasi menjadi lebih mudah dan efisien.

“Seluruh aplikasi ini, satu kali kita klik, akan muncul secara otomatis lewat SSO,” ungkap Burhanuddin.

Menurutnya, penguatan mutu tidak cukup hanya dengan mengejar akreditasi. Kualitas lulusan, kelulusan tepat waktu, keberhasilan studi, relevansi lulusan dengan dunia kerja, produktivitas riset, digitalisasi layanan hingga reputasi internasional juga menjadi indikator penting.

Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan dalam sidang komisi Raker Unismuh untuk menyusun program prioritas tahun akademik 2026–2027.

Dengan penguatan penjaminan mutu, perencanaan berbasis data, transformasi digital, peningkatan publikasi dan penguatan jejaring internasional, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya untuk terus bergerak menuju teaching university yang berdampak, berkelanjutan dan berdaya saing global. (*)