Talut Jalan Poros Sulsel di Binamu Baru Beberapa Bulan Sudah Rusak, Warga Minta Dinas PU Evaluasi

Avatar of IAN
Jalan poros jeneponto 20260812 201914 0000 l Update Sulsel

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID— Kondisi talut irigasi di sekitar Jalan Poros Sulsel, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, menjadi sorotan warga. Infrastruktur yang disebut baru beberapa bulan dikerjakan itu kini dilaporkan mengalami kerusakan.

Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Selatan tersebut. Mereka menilai kerusakan yang terjadi dalam waktu relatif singkat perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Pasang Iklan Update Sulsel

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kerusakan talut menimbulkan tanda tanya karena usia pekerjaan dinilai masih tergolong baru.

“Baru beberapa bulan dikerjakan, tetapi sudah mengalami kerusakan. Kami berharap Dinas PU Sulsel turun langsung melihat kondisi pekerjaan dan melakukan evaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas material serta proses pengerjaan perlu diperiksa untuk memastikan apakah telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan dalam kontrak pekerjaan.

Warga juga meminta agar penggunaan pasir, batu, serta material lainnya diperiksa. Mereka khawatir apabila kualitas material maupun konstruksi tidak sesuai standar, talut akan kembali mengalami kerusakan dan berpotensi merugikan masyarakat serta keuangan negara.

“Kami berharap jangan dibiarkan begitu saja. Kalau memang ada kekurangan dalam pekerjaan, harus segera diperbaiki dan dievaluasi,” katanya.

Selain meminta perhatian Dinas PU Sulsel, warga juga berharap DPRD Sulsel ikut melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut. Aparat penegak hukum juga diminta mencermati apabila nantinya ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan pekerjaan.

Warga menegaskan, permintaan pengawasan tersebut bukan berarti menuduh pihak tertentu melakukan penyimpangan. Namun, kondisi proyek yang cepat rusak dinilai perlu diperiksa secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat.

Mereka berharap anggaran pembangunan infrastruktur benar-benar menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, memiliki daya tahan sesuai perencanaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau ada pekerjaan yang cepat rusak, tentu masyarakat bertanya-tanya. Karena itu kami meminta Dinas PU Sulsel benar-benar mengevaluasi pekerjaan talut ini,” tutup sumber tersebut.(*)