JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID— Kepedulian terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali ditunjukkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jeneponto, H. Salmawati Paris Yasir.
Ia turun langsung menyapa masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima (PKL), di kawasan Pastur, Kecamatan Binamu, Selasa (11/8/2026).
Kehadiran Salmawati di tengah aktivitas para pedagang mendapat sambutan hangat. Ia menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pelaku usaha sekaligus melihat secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Bagi para pedagang kaki lima, kunjungan tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga melalui usaha yang mereka jalankan.
Salmawati mengatakan, perhatian kepada pelaku UMKM tidak cukup hanya melalui program dan kebijakan. Menurutnya, pemerintah juga perlu hadir secara langsung untuk mendengar kondisi serta kebutuhan para pelaku usaha di lapangan.
“UMKM merupakan salah satu bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, kita harus memberikan perhatian dan terus mendorong agar kualitas usaha masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas UMKM di Jeneponto membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perangkat daerah terkait. Para pelaku usaha juga diharapkan terus meningkatkan kualitas produk serta memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu langkah untuk membangun kedekatan sekaligus mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.
“Yang terpenting adalah bagaimana perekonomian masyarakat di Butta Turatea terus tumbuh. Pedagang kaki lima juga harus mendapatkan ruang untuk berkembang dan meningkatkan kualitas usahanya,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Salmawati didampingi rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jeneponto. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
Ia berharap dukungan terhadap pedagang kaki lima dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, khususnya instansi yang membidangi UMKM.
Dengan hadirnya pemerintah secara langsung di tengah masyarakat, diharapkan para pelaku usaha kecil tidak hanya mendapatkan dukungan moral, tetapi juga memperoleh pendampingan yang mampu meningkatkan daya saing usaha mereka.(*)








