JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID — Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea Komisariat Universitas Hasanuddin (HPMT KOM. UNHAS) menghadirkan program Bina Desa di Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 3–6 Agustus 2026, tersebut mengusung tema “HPMT Komisariat Unhas Mengabdi dengan Hati, Berkarya untuk Desa, Mewujudkan Masyarakat yang Cerdas, Religius, dan Peduli Lingkungan.” Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung di tengah masyarakat melalui sejumlah kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, lingkungan, hingga pengembangan potensi lokal, khususnya komoditas rumput laut.
Desa Garassikang merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan pembudidaya rumput laut. Kondisi tersebut menjadi dasar HPMT KOM. UNHAS dalam merancang program yang tidak hanya berorientasi pada edukasi, tetapi juga mendorong masyarakat melihat potensi desa sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga Desa Garassikang. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan rangkaian program sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat
Edukasi Sampah Dimulai Dari Sekolah
Salah satu agenda yang menyasar generasi muda adalah sosialisasi pengelolaan sampah di SD Negeri 2 Bangkala Barat dan SD Negeri 11 Bangkala Barat.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah, mulai dari organik, anorganik hingga residu. Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai waktu penguraian sejumlah jenis sampah, terutama sampah plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.
Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan memilah dan membuang sampah secara tepat sejak usia dini. Kepala SD Negeri 2 Bangkala Barat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih membutuhkan perhatian.
“Kesadaran anak-anak maupun masyarakat tentang pengelolaan sampah memang masih perlu terus ditingkatkan. Apalagi desa kami berada di wilayah pesisir, sehingga persoalan sampah plastik menjadi perhatian bersama.” jelasnya.
Ia berharap pengetahuan yang diberikan mahasiswa dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berterima kasih kepada adik-adik HPMT Komisariat Unhas yang telah meluangkan waktu berbagi pengetahuan kepada siswa. Semoga setelah kegiatan ini anak-anak semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan bisa menjadi contoh bagi keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.” harapnya
Perkuat Pendidikan Keagamaan
Tak hanya pendidikan umum, HPMT KOM. UNHAS juga memberikan pembinaan keagamaan kepada anak-anak melalui kegiatan mengaji di TPQ. Materi yang diberikan meliputi Iqra’, tahsin Al-Qur’an, hafalan surat pendek, doa harian, hingga pembinaan adab kepada orang tua dan guru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendorong terbentuknya generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter religius dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Edukasi Anemia Hingga Pencegahan Pernikahan Dini
Di sektor kesehatan, HPMT KOM. UNHAS menggandeng UPT Puskesmas Buludoang untuk memberikan edukasi kepada siswi SMP Negeri 7 Bangkala Barat.
Materi yang disampaikan mencakup pencegahan anemia pada remaja putri, pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini. Pegawai Puskesmas Buludoang menyambut positif kegiatan tersebut.
“Anemia pada remaja putri masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama. Edukasi seperti ini penting agar para siswi memahami manfaat Tablet Tambah Darah dan tidak ragu untuk mengonsumsinya sesuai anjuran tenaga kesehatan.” ungkapnya
Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa dan tenaga kesehatan dapat terus dikembangkan.
“Kami mengapresiasi keterlibatan mahasiswa HPMT Komisariat Unhas dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak remaja yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini.” jelasnya.
Kepedulian Terharap Lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui kerja bakti bersama masyarakat.
Mahasiswa bersama warga membersihkan lingkungan sekaligus membuat bak sampah yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Garassikang.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dimanfaatkan dan dirawat masyarakat sebagai fasilitas pendukung kebersihan desa.
Pengembangan Ekonomi Desa
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Bina Desa HPMT KOM. UNHAS adalah penyuluhan pengembangan potensi rumput laut.Penyuluhan yang dibawakan Idul Akbar tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas, Nilai Tambah, dan Kesejahteraan Masyarakat melalui Rumput Laut.”Materi membahas peningkatan kualitas hasil budidaya, peluang diversifikasi produk, hingga bagaimana potensi rumput laut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Program ini dinilai relevan dengan kondisi Desa Garassikang yang masyarakatnya banyak menggantungkan penghasilan dari budidaya rumput laut.
Selama ini, sebagian hasil panen masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Padahal, peluang pengembangan produk turunan dan inovasi berbasis rumput laut masih terbuka cukup luas.
Kepala Desa Garassikang, Andi Rajadeng BJ Karaeng Jalling, menyambut baik kegiatan tersebut.
“Sebagian besar warga Desa Garassikang bekerja sebagai nelayan dan pembudidaya rumput laut. Selama ini hasil panen lebih banyak dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai ekonominya masih terbatas. Karena itu kami senang mahasiswa menghadirkan penyuluhan yang memang dekat dengan kehidupan masyarakat.” jelasnya.
Ia berharap penyuluhan tersebut dapat membuka wawasan baru bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan melalui penyuluhan ini masyarakat mendapat ide-ide baru dalam mengembangkan rumput laut. Harapan kami, ke depan komoditas ini tidak hanya menjadi hasil panen, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, dan memperkenalkan potensi Desa Garassikang kepada masyarakat yang lebih luas.” ungkapnya
Ungkapan Warga
Salah seorang petani rumput laut Desa Garassikang, Jumbasriani, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti penyuluhan tersebut.
“Selama ini kami hanya tahu menanam, memanen, lalu menjual rumput laut. Setelah mengikuti penyuluhan, ternyata masih banyak potensi yang bisa dikembangkan dan sebelumnya belum kami pahami.” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami senang mahasiswa mau datang berbagi ilmu. Semoga ke depan ada lagi kegiatan seperti ini supaya masyarakat bisa terus belajar mengembangkan rumput laut dan hasilnya bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga maupun desa.” jelasnya
Semarak HUT Ke 81 Republik Indonesia
Rangkaian Bina Desa juga diramaikan dengan berbagai perlombaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak dan remaja Desa Garassikang. Selain menjadi hiburan, perlombaan menjadi sarana menumbuhkan sportivitas, kebersamaan, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui Bina Desa ini, HPMT Komisariat Universitas Hasanuddin ingin memastikan pengabdian tidak berhenti pada kehadiran mahasiswa selama empat hari.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang mampu meninggalkan pengetahuan, gagasan, dan manfaat bagi masyarakat.








