MAROS, UPDATESULSEL. ID– Pemerintah Kabupaten Maros bersama Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Maros dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Kepala Kejaksaan Negeri Maros, Kapolres Maros, Dandim 1422/Maros, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros, para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani.
Dalam arahannya, Bupati Maros menegaskan bahwa program Optimalisasi Lahan (Oplah) merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Karena itu, seluruh pihak diminta memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi para petani.
“Program ini harus dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian dan berdampak pada kesejahteraan petani di Kabupaten Maros,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Makassar, Rustam Massinai, S.T., menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani agar pelaksanaan program Oplah Tahun Anggaran 2026 berjalan tepat sasaran.
Menurutnya, peningkatan kualitas kelompok tani menjadi salah satu fokus utama agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap seluruh penyuluh dan kelompok tani dapat bekerja sama dengan baik sehingga setiap bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Kami juga bersinergi dengan Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI untuk memastikan pelaksanaan anggaran berjalan secara transparan, akuntabel, dan disiplin,” ujar Rustam saat diwawancarai usai kegiatan.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Jamaluddin, menyampaikan bahwa program Optimalisasi Lahan merupakan bagian dari program prioritas nasional yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.
Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman padi sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat.
“Melalui program ini, kami ingin produksi padi di Kabupaten Maros terus meningkat, sehingga petani memperoleh hasil yang lebih baik dan harga gabah maupun padi dapat memberikan keuntungan yang layak bagi masyarakat,” ungkap Jamaluddin.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengawal pelaksanaan program Oplah 2026, sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Maros.(*)
,








