Mahasiswa Kimia KKN UNHAS Gelombang 116 Edukasi Warga Desa Marannu Olah Tempurung Kelapa Jadi Arang Briket Bernilai Ekonomi

Avatar of Admin UPDATESULSEL.ID
NEWS UPDATE SULSEL 20260723 142701 0000 l Update Sulsel

WAJO, UPDATESULSEL.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) kembali menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, mahasiswa Program Studi Kimia menggelar Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Arang Briket dari Limbah Tempurung Kelapa di Kantor Desa Marannu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi arang briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Dalam sesi pembukaan, mahasiswa menjelaskan bahwa ilmu kimia tidak hanya dipelajari di laboratorium, tetapi juga sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Bapak dan Ibu, sebenarnya ilmu kimia sangat dekat dengan kehidupan kita. Saat memasak, mencuci, membakar kayu, hingga mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, semuanya melibatkan proses kimia. Jadi, kimia bukan hanya dipelajari di laboratorium, tetapi juga dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di sekitar kita,” jelas salah seorang mahasiswa.

Mahasiswa kemudian menerangkan bahwa pembuatan arang briket merupakan salah satu penerapan ilmu kimia melalui proses karbonisasi yang mengubah tempurung kelapa menjadi arang berkualitas.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung proses pembuatan arang briket. Mulai dari pembakaran tempurung kelapa menjadi arang, penghalusan, pencampuran dengan bahan perekat, hingga proses pencetakan briket diperagakan secara bertahap kepada peserta.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Warga aktif mengikuti setiap tahapan demonstrasi serta berdiskusi mengenai manfaat dan peluang pengembangan arang briket sebagai produk unggulan yang memiliki nilai jual.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang warga menanyakan kemungkinan penggunaan limbah selain tempurung kelapa sebagai bahan baku arang briket. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa berbagai limbah biomassa seperti kulit kakao, serbuk gergaji, sekam padi, tongkol jagung, tempurung kemiri, hingga limbah pertanian lainnya juga dapat dimanfaatkan karena mengandung lignoselulosa yang berpotensi diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Kepala Desa Marannu turut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin tersebut.

“Program seperti ini sangat baik karena mampu mengubah limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Harapan kami, arang briket ini dapat dikembangkan menjadi salah satu potensi UMKM Desa Marannu sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjadi produk unggulan desa,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membuat arang briket, tetapi juga semakin memahami bahwa ilmu kimia dapat diterapkan secara sederhana untuk mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah, ramah lingkungan, dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Marannu.