Daerah  

Aktivitas Konstruksi Irigasi D.I Pamukkulu Kembali Berjalan, Petani Apresiasi Komitmen PT Etika Jaya Beton

Avatar of IAN
Proyek irigasi di Polsel 20260712 083317 0000 l Update Sulsel

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Aktivitas pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Pamukkulu di Kabupaten Takalar kembali bergeliat. Setelah sempat terhenti di beberapa titik, PT Etika Jaya Beton (EJB) selaku pelaksana proyek kini kembali melanjutkan pekerjaan konstruksi di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel).

Kembalinya aktivitas proyek disambut positif oleh masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menantikan penyelesaian saluran irigasi demi mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Salah seorang petani, Daeng Tutu, mengatakan sejak Rabu (8/7/2026), kendaraan pengangkut material, serta para pekerja kembali terlihat beraktivitas di kawasan Pangkalan, Kelurahan Canrego. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan pasangan batu di sepanjang saluran irigasi yang sebelumnya telah digali.

“Kami sebagai petani tentu mengapresiasi tanggung jawab PT Etika Jaya Beton. Berdasarkan informasi yang kami terima, volume pekerjaan kontrak sebenarnya sudah mencapai target pada Desember 2025, namun perusahaan tetap kembali untuk menyelesaikan bagian saluran yang belum dipasangi pasangan batu,” ujar Daeng Tutu, Minggu pagi (12/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar dua kilometer saluran di wilayah Polongbangkeng Selatan yang telah dilakukan penggalian. Namun pemasangan pasangan batu belum dapat dilaksanakan karena pada saat itu saluran masih dimanfaatkan oleh petani yang sedang mengelola sawah.

Untuk menjaga target penyelesaian proyek sesuai kontrak, perusahaan kemudian mengalihkan sebagian pekerjaan ke wilayah Kecamatan Mangarabombang hingga volume pekerjaan terpenuhi.

Hal senada disampaikan salah seorang pekerja proyek, Daeng Temba. Menurutnya, seluruh proses pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dengan mengutamakan kualitas konstruksi.

“Kami bekerja sesuai petunjuk teknis dan memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Pekerjaan kembali dimulai sejak Rabu lalu,” katanya.

Sebelumnya, Project Manager PT Etika Jaya Beton, Mei Sudarso, menegaskan bahwa penghentian sementara pekerjaan di beberapa titik bukan berarti proyek ditinggalkan atau mangkrak.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena saluran yang telah digali masih digunakan oleh petani untuk aktivitas pertanian sehingga pemasangan pasangan batu belum memungkinkan dilakukan.

“Informasi yang menyebut proyek ini mangkrak tidak benar. Saat itu pekerjaan dihentikan sementara karena mempertimbangkan aktivitas petani. Untuk menjaga progres sesuai kontrak, pekerjaan dialihkan ke titik lain di Kecamatan Mangarabombang,” jelas Mei.

Meski target volume pekerjaan kontrak telah terpenuhi, PT Etika Jaya Beton menyatakan tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh saluran yang sebelumnya belum rampung, khususnya di wilayah Polongbangkeng Selatan.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya koordinasi dengan masyarakat yang berharap seluruh saluran yang telah digali dapat diselesaikan hingga tuntas.

“Kami tetap bertanggung jawab menyelesaikan seluruh pekerjaan yang belum rampung. Saat ini pemasangan pasangan batu sudah kembali berjalan,” tegasnya.

Komitmen tersebut juga dibenarkan oleh Sofyan, pengawas proyek yang mewakili Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Samuel. Ia memastikan kontraktor telah menyampaikan kesiapannya untuk menuntaskan seluruh titik pekerjaan yang masih tersisa.

“Kontraktor telah berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan yang belum selesai. Alhamdulillah, sejak Rabu lalu aktivitas konstruksi kembali berjalan,” ujarnya.

Diketahui, proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Pamukkulu merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dengan nilai kontrak sekitar Rp29,8 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025.

Sebelumnya, proyek ini menjadi perhatian publik setelah masih terdapat sejumlah ruas saluran irigasi yang belum selesai meski masa kontrak telah berakhir pada Desember 2025. Dengan dimulainya kembali pekerjaan, masyarakat berharap seluruh pembangunan dapat segera dituntaskan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para petani.(*)